Suara.com - Memilih mobil untuk taksi online adalah keputusan bisnis yang krusial. Kunci suksesnya terletak pada mobil yang andal, irit BBM, dan memiliki biaya perawatan rendah agar pendapatan tetap maksimal.
Di tahun 2026, semakin banyak pilihan menarik, termasuk mobil bekas taksi yang kini banyak dijual dengan harga terjangkau dan performa masih tangguh. Penting untuk memahami faktor-faktor utama yang menentukan efisiensi dan kenyamanan dalam operasional harian sebelum membeli mobil bekas untuk taksi online.
Efisiensi BBM yang irit menjadi kunci utama dalam menjaga profit usaha taksi online. Mobil dengan mesin ber-CC kecil namun bertenaga, seperti tipe LCGC atau MPV hemat bahan bakar, bisa menjadi pilihan ideal.
Berikut beberapa pilihan mobil matic bekas yang mesinnya bandel, kabin lapang dan irit bahan bakar, cocok digunakan untuk taksi online!
1. Toyota Avanza (Rp110 jutaan)
Toyota Avanza matic adalah pilihan favorit taksi online karena kabin luas, mesin bandel, sparepart murah, dan konsumsi BBM irit (12-14 km/liter). Varian populer meliputi Avanza E CVT dan tipe G, menawarkan kenyamanan, efisiensi, dan keandalan tinggi untuk penggunaan harian intens.
Tersedia pilihan 1.3L (96-98 PS) dan 1.5L (106 PS) yang bertenaga namun tetap irit. Transmisi Manual (M/T) sering dipilih untuk operasional intensif karena perawatan lebih mudah, namun tersedia juga varian CVT.
Kapasitas mampu menampung hingga 7 penumpang dengan kabin yang luas. Fitur keamanan dilengkapi Dual Airbags, ABS, ISOFIX, dan Side Impact Beam.
2. Toyota Calya (Rp86 juta - Rp107 jutaan)
Toyota Calya merupakan salah satu pilihan favorit untuk taksi online karena harganya terjangkau, irit BBM (14-17 km/liter), dan memiliki kapasitas 7 penumpang. Mobil LCGC ini dilengkapi mesin 1.200 cc, opsi transmisi manual/otomatis, serta biaya perawatan terjangkau.
Efisiensi Bahan Bakar dan perawatan, mesin 3NR-VE 4-silinder 1.200 cc dikenal hemat, cocok untuk operasional taksi online sepanjang hari.
Baca Juga: 5 Mobil MPV Bekas Paling Mudah Perawatan dan Ramah untuk Lansia
Kapasitas kabin dapat menampung hingga 7 orang, memberikan nilai tambah untuk penumpang keluarga atau rombongan.
Fitur Keamanan dan kenyamanan, meskipun LCGC, Calya sudah dilengkapi fitur keselamatan dasar yang mumpuni, seperti sistem pengereman, dual SRS airbag, dan ruang kabin yang cukup lega.
3. Daihatsu Sigra (Rp85 juta - Rp140 jutaan)
Daihatsu Sigra adalah salah satu pilihan favorit untuk taksi online di Indonesia karena harga terjangkau, kabin 7-penumpang yang luas, serta konsumsi bahan bakar irit. Mesin 1.0L dan 1.2L Dual VVT-i yang handal serta biaya perawatan rendah menjadikannya armada yang ekonomis.
Mesin 1.200 cc mencapai 17,3 km/liter dalam kota dan 20,5 km/liter di jalan tol.
Perawatan Terjangkau, biaya servis rutin murah, memudahkan pengemudi menjaga keuntungan JBA Indonesia. Fitur fungsional dilengkapi LED headlight dan opsi matic/manual yang mendukung kenyamanan berkendara di kota padat Astra Daihatsu.
4. Honda Brio Satya (Rp150 jutaan)
Honda Brio Satya merupakan pilihan favorit untuk taksi online (LCGC) karena efisiensi bahan bakar tinggi (hingga 20-30 km/liter), mesin 1.2L bertenaga (90 PS), dan kenyamanan berkendara yang baik di kelasnya. Harganya terjangkau dengan opsi transmisi CVT/Manual, sangat lincah untuk lalu lintas kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak