Harga mobil bekas dengan transmisi bermasalah memang terlihat sangat menarik. Namun, sekali transmisi rusak, biaya perbaikannya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Dalam banyak kasus, membeli mobil dengan kondisi ini justru jauh lebih merugikan dibanding membeli mobil bekas yang sedikit lebih mahal tetapi sehat.
3. Mobil Bekas dengan Dokumen Tidak Lengkap atau Bermasalah
Selain kondisi fisik dan mesin, legalitas adalah aspek penting yang sering diabaikan saat membeli mobil bekas murah. Mobil dengan dokumen tidak lengkap, seperti BPKB atau STNK bermasalah, biasanya dijual dengan harga jauh di bawah pasaran untuk menarik pembeli.
Masalah dokumen bisa beragam, mulai dari pajak mati bertahun-tahun, data tidak sesuai, hingga status kendaraan yang masih menjadi jaminan atau bahkan hasil tindak kejahatan.
Risiko terbesarnya, Anda bisa kesulitan mengurus balik nama, membayar pajak, atau bahkan kehilangan kendaraan jika terbukti bermasalah secara hukum.
Meskipun penjual meyakinkan bahwa dokumen "bisa diurus belakangan", sebaiknya Anda tetap berhati-hati. Mobil bekas dengan dokumen bermasalah berpotensi menimbulkan kerugian finansial dan masalah hukum yang jauh lebih besar daripada keuntungan harga murahnya.
Ingat, Beli Mobil Bekas Harus Cerdas!
Harga murah memang menjadi daya tarik utama saat berburu mobil bekas. Namun, tidak semua mobil bekas murah layak untuk dibeli.
Baca Juga: Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Mobil bekas banjir, mobil dengan transmisi bermasalah, serta mobil dengan dokumen tidak lengkap adalah tiga jenis kendaraan yang sebaiknya Anda hindari meski terlihat menguntungkan di awal.
Sebelum memutuskan membeli, pastikan Anda melakukan pengecekan menyeluruh, baik dari sisi kondisi kendaraan maupun legalitasnya. Lebih baik mengeluarkan sedikit biaya tambahan di awal untuk mobil bekas yang sehat dan aman, daripada harus menanggung biaya perbaikan dan masalah hukum di kemudian hari.
Dengan riset yang tepat dan sikap lebih selektif, membeli mobil bekas bisa menjadi keputusan cerdas, bukan sumber penyesalan.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Pajak Ringan: Mesin Masih Juara, Tahunan Cuma Bayar Rp1 Juta
-
3 MPV Bekas Rp70 Jutaan Punya Suspensi Empuk dan Kabin Senyap, selain Avanzad dan Xenia
-
Detail 10 Mobil Terlaris di Indonesia vs Brasil Sepanjang 2025: Beda Merek dan Selera
-
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Bagasi Luas, Cocok buat Usaha Kecil-kecilan
-
Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Bisa Naik 10 Persen Tanpa Insentif
-
Motor Adventure Bekas Suzuki V-Strom 250 vs Kawasaki Versys 250, Mending Mana?
-
Gadai BPKB Mobil di SEVA Jadi Alternatif Pembiayaan, Ini Syarat dan Prosesnya
-
5 Mobil Sedan Suzuki Paling Irit BBM dan Nyaman Buat Harian
-
7 Rekomendasi Mobil Matic Kecil dengan Suspensi Paling Empuk