Otomotif / Mobil
Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:18 WIB
Mengapa Jetour T2 Langsung Terbakar Hebat Usai Dihantam BMW di Jagorawi? (IST)
Baca 10 detik
  • Benturan keras di bahu jalan menyebabkan baterai mobil bocor dan memicu thermal runaway.
  • Api dari baterai EV bisa mencapai 2.000 derajat celcius dalam hitungan detik.
  • Bahaya fatal menyalip dari jalur darurat menjadi penyebab utama kecelakaan tragis ini.

Suara.com - Kecelakaan dramatis yang melibatkan SUV Jetour T2 dan sedan BMW di Tol Jagorawi KM 31 B pada Minggu (1/2/2026) malam menyita perhatian publik. Bukan sekadar tabrakan biasa, insiden ini memicu kebakaran hebat pada unit Jetour hingga hangus tak bersisa.

Insiden ini membuka diskusi serius mengenai keselamatan berkendara di bahu jalan dan karakteristik unik mobil bertenaga baterai saat mengalami benturan ekstrem. Berikut adalah analisis mendalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Kronologi: Bahaya Mengintai di Bahu Jalan

Kecelakaan bermula dari dua pelanggaran aturan lalu lintas yang terjadi bersamaan. Berdasarkan keterangan kepolisian, Jeep Jetour melaju (atau berhenti perlahan) di bahu jalan sebelah kiri. Tragisnya, sebuah BMW melaju kencang dari arah belakang dan mencoba menyalip kendaraan lain—juga melalui bahu jalan kiri.

Manuver di ruang sempit tersebut gagal. BMW menghantam bagian kanan belakang Jetour dengan kecepatan tinggi.

Efek benturan "adu banteng" di jalur darurat ini membuat Jetour terpental ke kiri, menghantam guardrail (pembatas jalan), dan seketika terbakar.

Beruntung, pengemudi Jetour berinisial MRAZN dan penumpangnya berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka bakar ringan. Namun, mobil tersebut tidak dapat diselamatkan.

Mengapa Api Menyebar Begitu Cepat?

Banyak yang bertanya, mengapa mobil tersebut langsung terbakar hebat? Berdasarkan analisis teknis dari pakar otomotif yang mengamati rekaman kejadian, ada tiga skenario teknis yang memicu "neraka" kecil tersebut:

Baca Juga: Kabar Duka: Al Ridwan Putra Wabup Bogor Jaro Ade Meninggal Kecelakaan, Bukan Tabrakan!

  1. Baterai Tertusuk (Puncture): Saat BMW melakukan pengereman mendadak (dive), moncong mobil kemungkinan besar menhujam ke bagian bawah belakang Jetour. Hal ini berisiko menghantam langsung casing baterai.
  2. Sasis Bengkok Menekan Baterai: Benturan dari belakang yang sangat keras dapat membengkokkan sasis mobil. Karena baterai EV seringkali terintegrasi dengan sasis, deformasi ini bisa menekan sel baterai hingga pecah.
  3. Hantaman Guardrail di Sisi Lemah: Ini adalah skenario yang paling mungkin. Mobil listrik umumnya dirancang sangat kuat menahan benturan depan dan belakang. Namun, saat Jetour terpental dan menghantam pembatas jalan dari samping (side impact), pelindung baterai di sisi tersebut mungkin kalah kuat, menyebabkan pembatas jalan menusuk paket baterai.

Fenomena Thermal Runaway

Kebakaran pada mobil listrik berbeda dengan mobil bensin. Jika tangki bensin bocor, api membutuhkan waktu untuk membesar.

Namun, pada kasus baterai litium yang bocor atau tertusuk, terjadi fenomena thermal runaway.

Suhu bisa melonjak hingga 2.000 derajat Celcius dalam hitungan detik. Inilah yang menjelaskan mengapa api di Tol Jagorawi tersebut langsung membesar secara instan, membuat evakuasi menjadi sangat krusial dan berpacu dengan waktu.

Pelajaran Mahal bagi Pengguna Jalan

Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bahwa bahu jalan bukanlah jalur untuk menyalip, apalagi dengan kecepatan tinggi.

Load More