Otomotif / Mobil
Jum'at, 20 Februari 2026 | 14:13 WIB
Infografis Esemka Bima vs Mahindra Scorpio (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Isu Terkini: DPR mengkritik keputusan PT Agrinas mengimpor pikap India di tengah ketersediaan produk lokal.
  • 2. Esemka Bima 1.3: Solusi ekonomis rakitan Boyolali yang fokus pada pemberdayaan UMKM nasional.
  • 3. Mahindra Scorpio: Menawarkan durabilitas global dan dukungan purna jual kuat di bawah RMA Group.

Suara.com - Baru-baru ini, jagat otomotif dan politik tanah air dikejutkan oleh kabar dari Gedung Senayan. DPR RI secara terbuka mempertanyakan alasan PT Agrinas yang melakukan impor ribuan unit pikap dari India untuk program Koperasi Merah Putih. Langkah ini menuai kritik karena dianggap kurang berpihak pada industri otomotif dalam negeri.

Polemik ini memicu diskusi hangat di kalangan pengusaha: sebenarnya, seberapa tangguh kualitas mobil impor tersebut jika dibandingkan dengan produk lokal? Mari kita bedah perbandingan antara Esemka Bima 1.3 dan Mahindra Scorpio Pikup untuk melihat mana yang paling layak menjadi mitra bisnis Anda.

Esemka Bima 1.3

Esemka Bima (esemkaindonesia)

Di tengah sorotan DPR, Esemka Bima 1.3 tetap berdiri sebagai representasi "Produk Kreasi Anak Bangsa". PT Solo Manufaktur Kreasi merancang kendaraan ini dengan pemahaman mendalam terhadap karakteristik pengusaha di Indonesia.

Strategi Esemka sangat spesifik, yaitu menyediakan armada angkutan yang efisien bagi sektor UMKM.

Keberhasilannya terbukti pada ajang IIMS 2023, di mana varian Bima 1.3 dan Bima EV terpesan puluhan unit, bahkan mulai dilirik oleh instansi pemerintah seperti Kemenpora sebagai kendaraan operasional.

Mengusung mesin 1.3L DOHC, Bima menawarkan biaya operasional yang rendah, sangat cocok bagi pengusaha yang membutuhkan mobil logistik lincah di jalur perkotaan maupun sub-urban.

Memilih Esemka berarti berkontribusi pada penguatan ekosistem industri manufaktur lokal, sebuah poin yang sangat ditekankan oleh para anggota dewan dalam kritik mereka terhadap kebijakan impor.

Mahindra Scorpio Pikup

Mahindra Scorpio (Mahindra Indonesia)

Di sisi lain, Mahindra Scorpio Pikup yang menjadi objek perbincangan dalam isu impor PT Agrinas, membawa reputasi internasional sebagai kendaraan "pekerja keras".

Hadir di Indonesia melalui jaringan Mahindra Indonesia dan RMA Group, mobil ini menawarkan standar ketangguhan yang berbeda.

Baca Juga: Agrinas Impor Truk dan Pikap dari India, Menperin: Lapangan Kerja untuk Luar Negeri

Berbeda dengan pikap ringan pada umumnya, Scorpio Pikup dikenal memiliki sasis yang kokoh dan mesin yang bertenaga untuk melibas medan off-road atau muatan berat.

Hal ini mungkin menjadi alasan teknis di balik pemilihan unit ini untuk skala distribusi besar.

Salah satu keunggulannya adalah ekosistem servis yang matang. Konsumen didorong untuk melakukan "Test Drive Sekarang!" guna merasakan tenaga mesinnya, didukung oleh kepastian perawatan berkala yang dikelola secara profesional oleh RMA Group.

Selain Scorpio, mereka juga memiliki model lain seperti Bolero Maxitruck yang memperkuat posisi Mahindra di pasar kendaraan niaga berat.

Munculnya kritik dari DPR mengenai impor pikap India memberikan sudut pandang baru bagi konsumen.

Keputusan memilih armada kini bukan sekadar soal spesifikasi teknis, tapi juga soal keberpihakan industri.

1. Pilih Esemka Bima 1.3 jika: Anda mengutamakan efisiensi biaya, pergerakan lincah di perkotaan, dan ingin mendukung industri nasional sesuai dengan semangat pengembangan UMKM yang digelorakan pemerintah.
2. Pilih Mahindra Scorpio Pikup jika: Kebutuhan operasional Anda berada di medan ekstrem dengan beban angkut yang sangat berat, serta membutuhkan jaminan jaringan servis internasional yang sudah mapan.

Kedua kendaraan ini memiliki keunggulannya masing-masing. Namun, isu yang berkembang di DPR mengingatkan kita bahwa industri dalam negeri seperti Esemka memiliki potensi besar yang siap bersaing jika diberikan kepercayaan lebih luas oleh para pemangku kepentingan dan pelaku usaha nasional.

Load More