Otomotif / Mobil
Kamis, 26 Februari 2026 | 13:56 WIB
Ilustrasi Toyota Avanza. (Gemini AI)

Suara.com - Nama Toyota Avanza sudah lama melekat sebagai 'mobil sejuta umat' di Indonesia. Mobil satu ini masih jadi pilihan favorit keluarga muda, pekerja kantoran, hingga pelaku usaha.

Terutama varian matik yang dinilai lebih praktis untuk menghadapi lalu lintas padat dan stop-and-go setiap hari, atau bahkan sebagai kendaraan mudik seusai Ramadan 2026.

Namun, sebelum tergoda harga miring di bursa mobil bekas, ada satu gejala yang sebaiknya bikin kamu berpikir dua kali. Apa itu? Simak penjelasan berikut ini:

Waspada Gejala Delay Saat Masuk Gigi Mundur

Toyota Avanza

Avanza dikenal tangguh dan minim rewel. Tapi untuk tipe matik, ada satu keluhan yang cukup sering muncul yakni jeda saat tuas transmisi dipindahkan ke posisi R (reverse).

Gejalanya sederhana, tapi krusial. Saat tuas dimasukkan ke R, mobil tidak langsung bergerak. Ada jeda beberapa detik, bahkan sampai 5 detik. Beberapa pemilik mengaku harus menginjak gas dulu sebelum mobil akhirnya mundur dan biasanya terasa menyentak.

Masalah ini umumnya dipicu oleh kerusakan seal piston pada sistem transmisi, khususnya di bagian yang mengatur gigi mundur. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa merembet ke kampas kopling transmisi dan berujung pada overhaul.

Estimasi biaya perbaikan untuk kasus delay ringan saat masuk gigi mundur berkisar di angka Rp4,5 jutaan. Namun jika mobil sudah tidak bisa mundur sama sekali, kemungkinan ada kerusakan lebih serius seperti rumah kopling pecah atau pompa oli transmisi yang tidak lagi bekerja optimal.

Dalam kondisi ini, biaya bisa membengkak mulai dari Rp4,5 juta hingga Rp8,5 juta tergantung tingkat kerusakan dan bengkel yang menangani.

Bagi calon pembeli yang mencari mobil pertama atau upgrade dari motor ke mobil, biaya tak terduga seperti ini tentu bisa cukup mengganggu perencanaan finansial.

Baca Juga: 5 Mobil dengan Pajak Murah, Bensin Irit, dan Opsen Nggak Bikin Perih

Harga dan Pajak Tahunan Avanza Bekas

Toyota Avanza

Harga Bekas Avanza

Di pasar mobil bekas, harga Avanza tergolong stabil karena permintaannya tinggi. Berdasarkan pantauan dari sejumlah platform jual-beli mobil bekas nasional, kisaran harganya cukup variatif tergantung tahun produksi, tipe, dan kondisi unit.

Berikut gambaran umumnya:

  • 2004–2006: Rp65 juta – Rp85 juta
  • 2007–2010: Rp85 juta – Rp100 juta
  • 2011–2013: Rp100 juta – Rp120 juta
  • 2014–2016: Rp120 juta – Rp150 juta
  • 2017–2018: Rp150 juta – Rp170 juta
  • 2019–2020: Rp170 juta – Rp190 juta
  • 2021–2022 (generasi terbaru): Mulai Rp190 jutaan ke atas

Untuk varian lebih tinggi seperti Toyota Avanza Veloz, harga bekasnya cenderung lebih mahal karena fitur dan tampilannya lebih modern.

Menariknya, unit tahun muda khususnya generasi terbaru dengan transmisi CVT masih dihargai cukup tinggi karena desain lebih segar dan fitur keselamatan lebih lengkap.

Pajak Tahunan Avanza

Selain harga beli, komponen penting lain yang wajib dihitung adalah pajak tahunan atau PKB (Pajak Kendaraan Bermotor). Besarannya dipengaruhi oleh Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), yang akan menyusut seiring usia kendaraan.

Berikut estimasi pajak tahunan Avanza:

  • 2004–2010: Rp1,2 juta – Rp1,8 juta
  • 2011–2014: Rp1,8 juta – Rp2,3 juta
  • 2015–2019: Rp2,3 juta – Rp3,4 juta
  • 2020–2023: Rp2,5 juta – Rp4,3 juta ke atas

Sebagai contoh, Avanza 1.5 G CVT keluaran 2021–2022 umumnya memiliki pajak tahunan di atas Rp3 juta. Sementara varian Veloz 1.5 AT tahun 2021 bisa menyentuh kisaran Rp3,8 jutaan per tahun, tergantung wilayah.

Jangan lupa juga biaya pajak lima tahunan saat ganti pelat nomor. Biayanya mencakup penerbitan STNK dan TNKB baru, dengan tambahan sekitar Rp800 ribuan. Total pengeluaran lima tahunan bisa berada di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp5 jutaan, tergantung tipe dan daerah.

Jadi, Layak Dibeli?

Avanza bekas tetap menarik untuk pasar Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal di kota besar dengan mobilitas tinggi. Suku cadang mudah didapat, bengkel tersebar luas, dan nilai jual kembali relatif stabil.

Namun jangan asal tergiur harga murah. Pastikan kamu melakukan test drive dan perhatikan respons saat masuk gigi mundur. Jika muncul gejala delay atau hentakan tidak wajar, lebih baik pertimbangkan ulang atau siapkan dana cadangan untuk perbaikan.

Membeli mobil bekas bukan hanya soal harga awal, tapi juga kesiapan menanggung biaya perawatan dan pajak ke depan. Dengan riset matang, Avanza bekas bisa tetap jadi pilihan rasional, bukan sumber pengeluaran tak terduga.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Load More