Suara.com - Nama Toyota Avanza sudah lama melekat sebagai 'mobil sejuta umat' di Indonesia. Mobil satu ini masih jadi pilihan favorit keluarga muda, pekerja kantoran, hingga pelaku usaha.
Terutama varian matik yang dinilai lebih praktis untuk menghadapi lalu lintas padat dan stop-and-go setiap hari, atau bahkan sebagai kendaraan mudik seusai Ramadan 2026.
Namun, sebelum tergoda harga miring di bursa mobil bekas, ada satu gejala yang sebaiknya bikin kamu berpikir dua kali. Apa itu? Simak penjelasan berikut ini:
Waspada Gejala Delay Saat Masuk Gigi Mundur
Avanza dikenal tangguh dan minim rewel. Tapi untuk tipe matik, ada satu keluhan yang cukup sering muncul yakni jeda saat tuas transmisi dipindahkan ke posisi R (reverse).
Gejalanya sederhana, tapi krusial. Saat tuas dimasukkan ke R, mobil tidak langsung bergerak. Ada jeda beberapa detik, bahkan sampai 5 detik. Beberapa pemilik mengaku harus menginjak gas dulu sebelum mobil akhirnya mundur dan biasanya terasa menyentak.
Masalah ini umumnya dipicu oleh kerusakan seal piston pada sistem transmisi, khususnya di bagian yang mengatur gigi mundur. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa merembet ke kampas kopling transmisi dan berujung pada overhaul.
Estimasi biaya perbaikan untuk kasus delay ringan saat masuk gigi mundur berkisar di angka Rp4,5 jutaan. Namun jika mobil sudah tidak bisa mundur sama sekali, kemungkinan ada kerusakan lebih serius seperti rumah kopling pecah atau pompa oli transmisi yang tidak lagi bekerja optimal.
Dalam kondisi ini, biaya bisa membengkak mulai dari Rp4,5 juta hingga Rp8,5 juta tergantung tingkat kerusakan dan bengkel yang menangani.
Bagi calon pembeli yang mencari mobil pertama atau upgrade dari motor ke mobil, biaya tak terduga seperti ini tentu bisa cukup mengganggu perencanaan finansial.
Baca Juga: 5 Mobil dengan Pajak Murah, Bensin Irit, dan Opsen Nggak Bikin Perih
Harga dan Pajak Tahunan Avanza Bekas
Harga Bekas Avanza
Di pasar mobil bekas, harga Avanza tergolong stabil karena permintaannya tinggi. Berdasarkan pantauan dari sejumlah platform jual-beli mobil bekas nasional, kisaran harganya cukup variatif tergantung tahun produksi, tipe, dan kondisi unit.
Berikut gambaran umumnya:
- 2004–2006: Rp65 juta – Rp85 juta
- 2007–2010: Rp85 juta – Rp100 juta
- 2011–2013: Rp100 juta – Rp120 juta
- 2014–2016: Rp120 juta – Rp150 juta
- 2017–2018: Rp150 juta – Rp170 juta
- 2019–2020: Rp170 juta – Rp190 juta
- 2021–2022 (generasi terbaru): Mulai Rp190 jutaan ke atas
Untuk varian lebih tinggi seperti Toyota Avanza Veloz, harga bekasnya cenderung lebih mahal karena fitur dan tampilannya lebih modern.
Menariknya, unit tahun muda khususnya generasi terbaru dengan transmisi CVT masih dihargai cukup tinggi karena desain lebih segar dan fitur keselamatan lebih lengkap.
Pajak Tahunan Avanza
Selain harga beli, komponen penting lain yang wajib dihitung adalah pajak tahunan atau PKB (Pajak Kendaraan Bermotor). Besarannya dipengaruhi oleh Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), yang akan menyusut seiring usia kendaraan.
Berikut estimasi pajak tahunan Avanza:
- 2004–2010: Rp1,2 juta – Rp1,8 juta
- 2011–2014: Rp1,8 juta – Rp2,3 juta
- 2015–2019: Rp2,3 juta – Rp3,4 juta
- 2020–2023: Rp2,5 juta – Rp4,3 juta ke atas
Sebagai contoh, Avanza 1.5 G CVT keluaran 2021–2022 umumnya memiliki pajak tahunan di atas Rp3 juta. Sementara varian Veloz 1.5 AT tahun 2021 bisa menyentuh kisaran Rp3,8 jutaan per tahun, tergantung wilayah.
Jangan lupa juga biaya pajak lima tahunan saat ganti pelat nomor. Biayanya mencakup penerbitan STNK dan TNKB baru, dengan tambahan sekitar Rp800 ribuan. Total pengeluaran lima tahunan bisa berada di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp5 jutaan, tergantung tipe dan daerah.
Jadi, Layak Dibeli?
Avanza bekas tetap menarik untuk pasar Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal di kota besar dengan mobilitas tinggi. Suku cadang mudah didapat, bengkel tersebar luas, dan nilai jual kembali relatif stabil.
Namun jangan asal tergiur harga murah. Pastikan kamu melakukan test drive dan perhatikan respons saat masuk gigi mundur. Jika muncul gejala delay atau hentakan tidak wajar, lebih baik pertimbangkan ulang atau siapkan dana cadangan untuk perbaikan.
Membeli mobil bekas bukan hanya soal harga awal, tapi juga kesiapan menanggung biaya perawatan dan pajak ke depan. Dengan riset matang, Avanza bekas bisa tetap jadi pilihan rasional, bukan sumber pengeluaran tak terduga.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
5 Mobil dengan Pajak Murah, Bensin Irit, dan Opsen Nggak Bikin Perih
-
Ukuran Mobil Avanza Berapa? Pastikan Muat di Garasi, Segini Harganya Jelang Musim Mudik Lebaran
-
Mau Jual Mobil Bekas di Mana? 5 Rekomendasi Situs untuk Jual Mobil
-
Bukan LCGC, Mobil 7 Penumpang Penggerak RWD Ini Cuma Rp60 Jutaan Jelang Lebaran 2026
-
Dana Pas-Pasan Tapi Ingin Mudik Nyaman? Kenapa Gak Lirik Avanza 2010 yang Jadi Andalan?
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Megaproyek Agrinas Bikin Penasaran, Berapa Jumlah Dealer Tata Motors dan Mahindra di Indonesia?
-
Strategi Jaecoo Indonesia Perluas Jaringan Dealer SUV Premium di Kota Besar
-
4 Mobil Hybrid Bekas Termurah Bisa Buat Mudik, Harga Brio Kalah Miring
-
Target 100 Juta Unit Astra Honda Motor Rayakan 55 Tahun Eksistensi di Indonesia
-
Kejutan Agrinas Bawa Tata Yodha: Adu Mekanik Lawan Esemka Bima, Siapa Menang?
-
Pantas Agrinas Kepincut Impor, Harga Pikap India Ini Lebih Murah dari LCGC
-
Toyota Indonesia Dominasi Ekspor Otomotif Nasional Sepanjang 2025
-
Aksi Ugal-ugalan Berujung Petaka, Toyota Calya Diamuk Massa
-
Persiapan Lebaran 2026: Kapan Puncak Arus Mudik dan Titik Mana Saja yang Macet?
-
Bocoran Desain Toyota Fortuner Terbaru Terungkap, Opsi Hybrid dengan Layar Raksasa Segera Mengaspal