- Riset Fraunhofer Institute di Eropa menemukan konsumsi BBM PHEV nyata melebihi klaim pabrikan hingga tiga kali lipat.
- Mesin bensin PHEV aktif lebih sering dari perkiraan, bahkan saat mode listrik diutamakan, karena perilaku pengguna.
- Regulator Eropa khawatir efisiensi tidak realistis ini menyebabkan lonjakan emisi karbon, sehingga perlu revisi metode uji.
Suara.com - Mobil plug-in hybrid (PHEV) sering dianggap sebagai solusi pintar bagi masyarakat yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa rasa khawatir akan jarak tempuh. Teknologi ini menjanjikan efisiensi tinggi serta emisi rendah melalui perpaduan motor listrik dan mesin bensin konvensional.
Namun laporan terbaru dari Fraunhofer Institute di Jerman justru mengungkap sisi gelap yang cukup mengejutkan mengenai konsumsi bahan bakar kendaraan jenis ini di kondisi nyata. Berdasarkan data riset terhadap hampir satu juta kendaraan di Eropa terungkap bahwa konsumsi bahan bakar mobil PHEV di jalan raya jauh dari klaim pabrikan.
Penelitian tersebut menunjukkan rata-rata mobil PHEV menggunakan bahan bakar lebih dari 300 persen dibandingkan hasil pengujian resmi pemerintah. Jika dalam standar WLTP mobil ini diklaim hanya butuh 1,57 liter untuk 100 kilometer kenyataan di lapangan justru menyentuh angka 6,12 liter untuk jarak yang sama.
Selisih ini mencapai hampir 3,9 kali lipat dari klaim awal dan membuat efisiensi PHEV terlihat setara dengan mobil bermesin diesel konvensional. Mesin bensin pada sistem PHEV ternyata bekerja jauh lebih aktif dari yang dibayangkan untuk mendukung akselerasi atau menjalankan sistem pemanas kabin. Bahkan dalam mode yang memprioritaskan baterai sekalipun konsumsi BBM tetap berada di kisaran 2,98 liter per 100 km yang berarti dua kali lipat lebih boros dari data regulasi resmi.
Faktor perilaku pengguna juga memegang peranan penting dalam tingginya konsumsi energi ini. Pemilik mobil dari merek yang lebih terjangkau cenderung lebih rajin melakukan pengisian daya listrik. Sebaliknya pemilik kendaraan premium justru tercatat paling jarang melakukan pengisian daya baterai secara mandiri. Studi mencatat bahwa lebih dari setengah unit Porsche dalam pengujian tidak pernah diisi ulang daya listriknya sama sekali. Kondisi ini mengubah baterai yang berat menjadi sekadar beban tambahan sehingga mesin bensin bekerja ekstra keras.
Situasi ini kini menjadi alarm bagi regulator otomotif di kawasan Eropa karena potensi sumbangan emisi karbon yang besar. Tanpa adanya perombakan aturan penghitungan efisiensi yang lebih realistis penggunaan PHEV dikhawatirkan akan menyumbang emisi tambahan hingga puluhan juta ton dalam dua dekade ke depan. Langkah revisi metode uji kini sedang dipertimbangkan agar data yang sampai ke konsumen benar-benar mencerminkan penggunaan rill di jalanan kota besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Terpopuler: Skandal Keamanan Toyota Dapat Bintang 0, Mobil Keluarga Murah
-
Budget Pas-pasan? Ini 5 Mobil Bekas 7 Seater Paling Irit dan Murah Buat Keluarga Muda
-
Skandal Keamanan Toyota Starlet Terbongkar Raih Nol Bintang Global NCAP
-
VinFast VF MPV 7 Buatan Subang Resmi Mengaspal Ramaikan Segmen Mobil Listrik Keluarga
-
Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
-
Daihatsu Bagi Hadiah Motor Hingga Mobil Lewat Program Kumpul Sahabat Serentak
-
BYD Akui Pede Hadapi Gempuran Merek Mobil Listrik Baru di Indonesia
-
Desain Mirip Forza tapi Bawa Aura Suzuki, Inikah Calon Burgman yang Ditunggu-tunggu?
-
Feng Shui Ungkap Warna Mobil dan Letak Garasi Ini Bisa Bikin Suami Gampang 'Kecantol' Wanita Lain
-
Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 46 Ribu Unit dan Kuasai Segmen Mobil Murah