- PT Jasa Marga mempersiapkan pengoperasian fungsional Tol Japek II Selatan sepanjang 52 km saat arus balik Lebaran 2026.
- Jalur fungsional satu arah menuju Jakarta ini melintasi tiga paket pekerjaan dengan akses keluar di SS Setu.
- Pengoperasian ini bertujuan meningkatkan konektivitas serta mendukung kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran tahun 2026.
Suara.com - PT Jasa Marga tengah mempersiapkan pengoperasian fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan pada periode arus balik Lebaran 2026.
Melalui unggahan resmi media sosial Jasa Marga, disebutkan bahwa jalur fungsional ini akan menjadi alternatif bagi pengguna jalan yang menuju Jakarta.
“Jasa Marga tengah mempersiapkan jalur fungsional pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan dari Sadang hingga Setu sepanjang kurang lebih 52 kilometer,” tulis unggahan PT Jasa Marga, dikutip Jumat (20/3/2026).
Jalur fungsional ini melintasi tiga paket pekerjaan, yakni Paket 3 Bojongmangu–Sadang sepanjang 31,25 km, Paket 2B Sukaragam–Bojongmangu sepanjang 13 km, serta Paket 2A Setu–Sukaragam sekitar 7,75 km dengan akses keluar di Simpang Susun (SS) Setu.
Dalam pengoperasiannya nanti, jalur tersebut akan diberlakukan satu arah menuju Jakarta selama periode arus balik Lebaran. Ruas ini juga akan terintegrasi langsung dengan Jalan Tol Cipularang.
Pengguna jalan dapat masuk melalui SS Sadang dengan empat pilihan akses keluar yang telah disiapkan, yaitu SS Kutanegara menuju Gerbang Tol (GT) Karawang Timur, SS Bojongmangu menuju GT Karawang Timur dan GT Cibatu, SS Sukaragam menuju GT Cikarang Barat, serta SS Setu yang mengarah ke Jalan MT Haryono.
Jasa Marga menyebutkan bahwa pengoperasian fungsional ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan konektivitas sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran 2026.
Sebagai tambahan, masyarakat perlu mewaspadai potensi kepadatan pada puncak arus balik Lebaran. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memproyeksikan puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret 2026 serta periode 28 hingga 29 Maret 2026.
Oleh karena itu, perencanaan waktu perjalanan yang matang sangat disarankan untuk menghindari kepadatan lalu lintas, terutama saat periode puncak arus balik nanti.
Baca Juga: Di Balik Perang Melawan Israel dan AS, Iran Ternyata Punya 'Senjata' Otomotif Super Murah
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram
-
CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!
-
Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel
-
Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut
-
7 Perbedaan Parfum EDT, EDP, dan Extrait de Parfum: Daya Tahan hingga Karakter Aroma
-
IHSG Pagi Ini Melesat ke Level 6.200, Saham Diburu Investor
-
Baru Sehari Dibuat, Mural 'Tritura Baru' Mahasiswa Trisakti Dicat Hitam Petugas
-
Harga Jual Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Senin 3 Agustus 2026
-
Dari Bali hingga Sumatra, Main Hakim Sendiri Kian Marak: Krisis Kepercayaan atau Efek Populisme?
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026