- Pengendara motor matik dilarang menahan tuas rem sambil memutar gas saat berada di jalan tanjakan pegunungan.
- Kebiasaan tersebut menyebabkan kampas ganda mengalami gesekan ekstrem, panas berlebih, serta kerusakan komponen pada sistem transmisi CVT.
- Pengguna disarankan menutup gas dan menggunakan rem belakang atau fitur pengunci rem untuk mencegah risiko kerusakan fatal.
Suara.com - Terjebak macet di jalan menanjak saat sedang melakukan perjalanan ke daerah pegunungan seperti Puncak. Karena takut motor mundur, refleks tangan biasanya menahan tuas rem sambil tetap memutar gas sedikit agar mesin motor matik tidak mati.
Sekilas teknik ini mirip "setengah kopling" pada motor manual. Namun bagi pengguna motor matik, teknik ini sangat tidak disarankan. Bukannya aman, kebiasaan ini justru menjadi cara tercepat untuk membuat komponen CVT motor rontok seketika.
Dampak teknis yang paling fatal adalah rusaknya kampas ganda. Saat gas diputar, gaya sentrifugal membuat kampas ganda mekar dan menekan mangkok kopling untuk menyalurkan tenaga ke roda belakang. Jika rem ditekan saat gas dibuka, kampas ganda dipaksa bergesekan terus-menerus tanpa bisa mencengkeram sempurna.
Akibatnya terjadi gesekan paksa, kondisi ini sama saja seperti sedang "membakar" uang jajan sendiri karena mempercepat kerusakan komponen. Bahkan jika kampas kopling tiba-tiba selip total, motor bisa meluncur tak terkendali dan membahayakan pengendara. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mengerem yang benar.
Gesekan ekstrem tersebut juga menghasilkan panas yang luar biasa tinggi atau overheat di dalam bak CVT yang tertutup. Jika mencium bau gosong atau bau sangit karet terbakar saat di tanjakan, itu adalah tanda bahaya.
Panas berlebih bisa menyebabkan kampas ganda hangus, mangkok kopling berubah bentuk, hingga seal kruk as bocor yang memicu slip parah.
Dampak jangka panjang lainnya adalah munculnya penyakit "gredek" yang membuat getaran hebat saat motor mulai berjalan. Hal ini terjadi karena permukaan kampas ganda dan mangkok kopling menjadi tidak rata atau licin.
Solusinya saat berada di tanjakan adalah dengan menutup gas total dan menggunakan rem belakang atau fitur pengunci rem. Jangan pernah menahan posisi motor dengan putaran mesin.
Saat akan jalan kembali, lepas rem bersamaan dengan memutar gas secara halus namun tegas. Pastikan juga motor matik rutin melakukan servis dan pembersihan area transmisi di bengkel resmi.
Baca Juga: Daftar Harga Motor Matik Honda Oktober 2025, Masih Ada yang Ramah di Kantong?
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
5 Motor 125cc Paling Murah buat Pelajar: Irit Bensin, Powerful, Perawatan Nggak Nyusahin
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama
-
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung