SPKLU saat ini masih terbatas dan masih minim membuat antrean panjang, terutama di jam-jam sibuk serta berisiko adanya gangguan koneksi atau error saat pengisian daya.
Biaya pengisian per kWh cenderung lebih mahal dan pengisian fast charging terlalu sering dapat mempercepat degradasi kesehatan baterai. Hal ini membuat pengisian daya di rumah lebih praktis dan efisien.
Dengan adanya home charging, pengguna bisa mengisi daya mobil istrik kapan saja, terutama saat mobil sedang tidak digunakan di malam hari.
Akan jauh lebih baik jika mengisi daya di malam hari, selain dapat promo potongan diskon tarif dari PLN, mengisi daya malam hari membuat kendaraan siap digunakan keesokan harinya tanpa repot-repot ke SPKLU.
Biaya Pemasangan Home Charging
PLN menawarkan paket pemasangan dengan harga yang lebih terjangkau melalui promo Super Everyday.
Dengan promo ini, pengguna mendapatkan harga pemasangan yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga normal.
Untuk pelanggan dengan daya 7.700 VA pada sistem 1 Fasa, hanya perlu membayar Rp850 ribu, jauh lebih hemat dibandingkan harga normal yang mencapai Rp7 jutaan.
Untuk pelanggan 3 Fasa dengan daya 13.200 VA, biaya pemasangan hanya Rp3,5 juta, dibandingkan dengan harga normal Rp14,6 juta.
Baca Juga: Niko Al Hakim Ungkit Penelantaran Kucing di 2024, Pihak yang Rescue Bela Rachel Vennya
Dengan promo ini, akan memberikan kesempatan lebih luas dan lebih banyak lagi bagi pengendara kendaraan lisrik untuk mengakses home charging dengan biaya yang lebih rendah.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
5 Motor 125cc Paling Murah buat Pelajar: Irit Bensin, Powerful, Perawatan Nggak Nyusahin
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama
-
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung