Otomotif / Mobil
Selasa, 07 April 2026 | 09:39 WIB
Radiator coolant Autochem yang bikin mesin kendaraan tetap adem. (Foto: Autochem)
Baca 10 detik
  • Henry Sada dari PT Autochem Industry memperingatkan bahwa penggunaan air keran memicu korosi dan kerusakan sistem radiator kendaraan.
  • Cairan pendingin terdiri dari teknologi IAT untuk mesin lama dan OAT yang lebih tahan lama bagi mesin modern.
  • Pencampuran jenis cairan IAT dan OAT dilarang keras karena dapat menghilangkan perlindungan karat serta menyumbat sirkulasi radiator mesin.

Suara.com - Menjaga sistem pendingin mesin menjadi hal wajib bagi pemilik kendaraan. Salah satu komponen krusial yang sering terabaikan adalah radiator coolant

Cairan ini berfungsi mengatur penguapan dan efektivitas pendinginan mesin melalui kandungan Ethylene Glycol yang disesuaikan dengan teknologi kendaraan.

Banyak pemilik kendaraan masih keliru dengan menggunakan air keran biasa untuk mengisi radiator. Padahal air keran mengandung mineral dan klorin yang memicu korosi pada logam. Hal ini ditegaskan oleh Henry Sada selaku President Director PT Autochem Industry (AI).

”Keandalan radiator coolant tidak hanya dilihat dari kemampuan melepaskan panas mesin. Cairan ini juga harus memiliki kemampuan dalam menekan timbulnya karat dalam sirkulasi radiator. Karat dapat muncul karena beberapa hal, seperti penggunaan air biasa atau air keran rumahan yang mengandung mineral dan klorin yang dapat memicu korosi pada logam. Kombinasi panas tinggi dari mesin dan kandungan oksigen dalam air turut mempercepat oksidasi logam,” jelas Henry, Selasa (7 April 2026).

Terdapat dua jenis teknologi utama dalam cairan pendingin yaitu IAT (In-organic Acid Technology) dan OAT (Organic Acid Technology). 

Teknologi IAT umumnya digunakan untuk mesin lawas dengan radiator berbahan tembaga atau kuningan. Namun cairan ini memiliki masa pakai lebih pendek sekitar dua hingga tiga tahun.

Sementara itu teknologi OAT sangat direkomendasikan untuk mesin modern dengan radiator berbahan aluminium. Keunggulannya terletak pada masa pakai yang lebih panjang hingga sepuluh tahun karena lebih sulit terurai dan minim risiko endapan.

Satu hal penting yang harus diperhatikan adalah jangan pernah mencampur cairan IAT dengan OAT. Jika digabungkan kedua aditif tersebut akan saling menetralkan sehingga perlindungan anti karat hilang dan memicu munculnya endapan lumpur yang menyumbat sirkulasi radiator.

Dalam memilih produk pastikan formulanya mampu bekerja maksimal di iklim tropis. Henry Sada membagikan tips dalam memilih produk yang berkualitas bagi konsumen.

Baca Juga: Era Baru Otomotif Dunia Pabrikan Mobil asal China Geser Dominasi Pabrikan Jepang

”Sebelum mengganti radiator coolant, ada baiknya Anda memilih produk yang tepat. MASTER Radiator Coolant dirancang agar mampu memberikan performa maksimal pada mesin kendaraan yang beroperasi di iklim tropis. Kandungan aditif yang digunakan telah disesuaikan supaya memiliki kemampuan transfer heat yang cepat dan maksimal, serta titik didih yang lebih tinggi dari air murni. Sehingga, suhu mesin tetap stabil di berbagai kondisi berkendara, termasuk memastikan karat tidak menyerang radiator,” ungkap Henry.

Produk seperti MASTER Radiator Coolant telah didesain untuk berbagai teknologi mesin mulai dari katup variabel hingga turbo intercooler. Dengan memilih cairan yang tepat Anda tidak hanya mencegah overheat tetapi juga menjaga efisiensi bahan bakar kendaraan dalam jangka panjang.

Load More