- CEO Otospector menyatakan pasar mobil bekas di Indonesia mengalami penurunan daya beli yang signifikan sejak tahun 2025.
- Masuknya mobil listrik asal China dengan harga kompetitif membuat konsumen lebih memilih unit baru dibandingkan mobil bekas.
- Otospector meluncurkan platform Otos.id untuk memfasilitasi jual beli mobil bekas terverifikasi demi mencegah tindak kecurangan transaksi perorangan.
Suara.com - Mobil bekas masih menjadi salah satu pilihan di tengah banyaknya pilihan mobil baru. Meski demikian, pasar mobil bekas rupanya turut merasakan dampak signifikan dari banyaknya mobil listrik China yang masuk ke Indonesia.
Disampaikan CEO Otospector, Jeffrey Andika, tahun 2025 merupakan tahun yang berat untuk pasar mobil bekas. Bahkan banyak sorum rekanan bilang lebih parah dari Covid.
"Karena memang daya beli menurun. Mobil listrik dari China memang mengejutkan dengan harga-harga yang ditawarkan," ujar Jeffrey, di Jakarta, Kamis (30 April 2026).
Contoh paling nyata, lanjut Jeffrey, banyak mitra sorum yang memiliki banyak stok Toyota Alphard. Tapi di momen tersebut juga keluar mobil listrik dari Denza.
Akhirnya konsumen dihadirkan dengan banyak pilihan. Dengan harga yang lebih murah ternyata konsumen justru bisa dapat mobil baru dengan segmen yang sama.
"Saat itu pilihan-nya dapat Alphard second atau Denza baru dengan harga yang lebih murah. Memang ada efek dari kehadiran mobil listrik, jadi memang harga sangat berpengaruh," ungkapnya.
Bursa Mobil Bekas
Perusahaan jasa inspeksi dan garansi mobil bekas, Otospector baru saja merilis Otos.id sebagai platform bursa mobil bekas terbaru.
"Sekarang kita hadirkan bursa mobil. Dan semua mobil yang ada di kita sudah terkurasi oleh Otospector," kata Jeffrey.
Baca Juga: Cuma Rp50 Jutaan! 5 Mobil Bekas Irit dan Bandel, Pas Buat Keluarga Baru
Disampaikan, untuk saat ini mobil yang diterima adalah mobil sorum yang sudah terverifikasi.
"Jadi sejauh ini kita tidak menerima penjualan dari perorangan untuk meminimalisir adanya kecurangan seperti modus segitiga. Karena sejauh ini kebanyakan modus segitiga itu dilakukan oleh penjual mobil perorangan," pungkasnya.
Otospector sendiri sejauh ini sudah melakukan inspeksi terhadap 109.532 ribu unit mobil dengan garansi terbit sebanyak 129.178 unit sejak berdiri pertama kali pada 2016.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pebalap Astra Honda Racing Team Sukses Amankan Podium di ARRC Motegi Jepang
-
Motor Listrik Yadea Tawarkan Subsidi 10 Juta di Jakarta Fair 2026
-
Wuling Pamerkan Mobil Bertema Disney di Jakarta Fair 2026
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026