Pemasangan Sekrup: Modus ini diduga mengganjal nozzle agar transaksi pengisian bahan bakar tidak tertutup sempurna.
Dibantah Pakar: Pakar menyebut modus ini hoaks karena mesin SPBU modern memiliki fitur mati otomatis.
Langkah Aman: Selalu pastikan layar pompa kembali ke nol dan simpan struk pembayaran Anda.
Suara.com - Bayangkan skenario ini: Anda baru saja selesai mengisi bahan bakar (full tank) di SPBU, mengembalikan nozzle ke tempatnya, dan langsung melaju pergi. Namun tanpa Anda sadari, transaksi di mesin pompa ternyata belum tertutup. Alhasil, tagihan di kartu kredit atau dompet digital Anda terus membengkak karena Anda tanpa sadar membayari bensin mobil orang lain yang antre di belakang Anda.
Mengerikan, bukan? Skenario inilah yang belakangan bikin geger komunitas otomotif, terutama setelah Kepolisian Virginia, Amerika Serikat, mengeluarkan peringatan resmi terkait modus kejahatan baru yang dijuluki "Gas Pump Screw Scam" seperti dilansir dari Carscoops.
Bagaimana 'Gas Pump Screw Scam' Bekerja?
Secara teori, pelaku tidak membutuhkan alat skimming canggih atau keahlian meretas komputer SPBU. Modus ini mengandalkan trik mekanis yang sangat sederhana:
- Pemasangan Benda Asing: Pelaku menempatkan sebuah sekrup kecil atau benda pengganjal lainnya pada bagian tertentu di pegangan nozzle pompa BBM.
- Manipulasi Sensor: Ganjalan ini diduga bertujuan untuk mencegah tuas nozzle kembali ke posisi mati secara sempurna setelah konsumen selesai mengisi bensin.
- Transaksi Menggantung: Akibatnya, sistem komputer pompa membaca bahwa pengisian belum selesai. Mesin tetap aktif, dan pengguna berikutnya bisa langsung mengisi BBM menggunakan sisa limit transaksi dari pelanggan sebelumnya.
Mitos atau Fakta? Ini Kata Pakar Industri
Kabar ini dengan cepat menyebar dan memicu kepanikan, mengingat harga bahan bakar yang sedang tidak bersahabat.
Namun, benarkah modus ini semudah itu dilakukan di SPBU modern?
Situs pemeriksa fakta Snopes dan pakar industri otomotif justru meragukan kebenaran modus ini. Berikut adalah perbandingan antara klaim yang beredar dan fakta di lapangan:
- Klaim: Transaksi bisa terus menyala tanpa batas waktu. Faktanya, sebagian besar mesin SPBU modern dilengkapi fitur penghentian otomatis (auto-shutoff) yang langsung memutus transaksi jika tidak ada aktivitas dalam hitungan detik.
- Klaim: Banyak pengemudi menjadi korban pembobolan. Kenyataannya, Snopes melaporkan belum ada satu pun laporan terverifikasi mengenai korban yang mengalami kerugian finansial akibat modus ini.
- Klaim: Sekrup sengaja dipasang oleh sindikat penipu. Faktanya, Kepolisian Timberville memang mengakui pernah menemukan sekrup di pompa, namun kuat dugaan itu hanyalah sisa komponen dari proses perbaikan atau pemeliharaan rutin, bukan alat penipuan.
Juru bicara raksasa migas Shell bahkan menyatakan belum pernah mendapati kasus serupa yang terbukti merugikan pelanggannya. Singkatnya, tingkat keberhasilan modus ini pada mesin SPBU generasi terbaru nyaris mustahil.
Baca Juga: Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
3 "Ritual" Wajib Agar Terhindar dari Kecurangan SPBU
Terlepas dari statusnya yang diklaim sebagai hoaks atau sekadar peringatan dini, tidak ada salahnya untuk tetap waspada.
Di tengah maraknya berbagai inovasi kejahatan, para pemilik kendaraan wajib menerapkan tiga langkah sederhana berikut saat mampir ke pom bensin:
- Cek Layar Sebelum dan Sesudah: Jangan langsung asyik main ponsel. Pastikan angka pada meteran pompa dimulai dari NOL. Setelah selesai, jangan tinggalkan area mesin sebelum layar benar-benar menunjukkan bahwa transaksi telah selesai.
- Minta dan Simpan Struk: Jika Anda menggunakan metode pembayaran non-tunai (kartu kredit/debit/aplikasi), struk fisik adalah senjata utama Anda. Cocokkan nominal di struk dengan mutasi rekening Anda untuk memastikan tidak ada tagihan siluman.
- Lakukan Inspeksi Visual: Sebelum memegang nozzle, periksa sekilas kondisinya. Jika ada komponen yang janggal, kabel terkelupas, atau benda asing (seperti sekrup) yang menempel pada tuas, segera pindah ke pompa lain dan laporkan kepada petugas SPBU.
Modus penipuan mungkin akan terus berevolusi seiring perkembangan zaman. Namun, dengan kebiasaan mengemudi dan mengisi BBM yang teliti, dompet dan kendaraan Anda akan tetap aman.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga
-
Kawasaki KLX150 Termurah Tipe Apa? Segini Harga dan Spesifikasinya
-
Daihatsu Hijet Versi Baru Hadir Mulai 128 Jutaan, Kini Ada Fitur 4WD