Otomotif / Motor
Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:38 WIB
Yamaha FreeGo dan Kawasaki Brusky 125. (Suara.com/AI)
Baca 10 detik
  • Kawasaki Brusky 125 tawarkan desain agresif ala Vario lawas dengan sensasi eksklusif skutik perdana.
  • Yamaha FreeGo 125 unggulkan fungsionalitas harian lewat bagasi 25 liter dan pengisian bensin depan.
  • Kedua skutik memiliki performa mesin seimbang, namun FreeGo lebih unggul dalam kelengkapan fitur modern.

Suara.com - Kehadiran Kawasaki Brusky 125 memberikan kejutan besar di segmen skutik 125cc Tanah Air. Motor matik pertama Kawasaki di Indonesia ini langsung memanaskan peta persaingan, berhadapan langsung dengan pemain lama yang mengedepankan fungsionalitas, seperti Yamaha FreeGo 125.

Menariknya, kedua motor ini menawarkan pendekatan yang bertolak belakang untuk merebut hati konsumen yang selama ini didominasi oleh Honda Vario 125.

Brusky 125 bermain di ranah nostalgia desain sporty, sementara FreeGo 125 mendobrak lewat kepraktisan ekstrem.

Nostalgia Desain vs Kepraktisan Harian

Perbedaan paling mencolok dari kedua motor ini ada pada impresi pertama. Kawasaki Brusky 125 (Rp 26,5 juta) tampil sangat agresif dengan bahasa desain yang tidak asing bagi pecinta otomotif Indonesia.

Kawasaki Brusky 125 (kawasaki.ph)

Tarikan garis bodi, bentuk headlamp ganda, hingga lekukan sayap sampingnya membawa memori kuat pada desain legendaris matik sayap mengepak.

"Kalau kalian kira ini adalah Vario LED old, kalian salah besar. Ini adalah matic terbaru dari Kawasaki. Jadi kalau kalian beli motor ini, ibarat kalian beli desain Vario LED old tapi Kawasaki," ujar Zoals Prasetyo saat melihat langsung unitnya di Jakarta Fair dilansir dari Youtube Zoals Prasetyo.

Di sisi lain, Yamaha FreeGo 125 (mulai Rp 22,865 juta) memilih jalur fungsionalitas murni yang sering kali kurang mendapat sorotan.

Motor ini menyasar konsumen yang mencari efisiensi berkendara di jalanan perkotaan yang padat.

Baca Juga: Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?

"Motor yang jarang publikasi, jarang dipromosiin, padahal ini motor worth it banget. Alasan pertama adalah simpel aja, motor ini udah punya bagasi yang setara dengan Yamaha NMAX. Luas banget, 25 liter. Ketiga, tangki bensin ada di depan, jadi lebih efisien teman-teman nggak harus buka jok," ungkap seorang reviewer otomotif dalam channel Cang Zainal.

Adu Mekanik dan Kenyamanan

Yamaha FreeGo 125 Connected. (Yamaha)

Secara spesifikasi dapur pacu, keduanya menggendong mesin 125 cc satu silinder SOHC berpendingin udara dengan sistem injeksi.

Kawasaki Brusky 125 memuntahkan tenaga 9,3 Tk pada 7.500 rpm dan torsi 10 Nm pada 6.000 rpm. Spesialnya, Brusky masih mempertahankan kick starter (engkol), sebuah fitur krusial yang mulai dihilangkan pada skutik modern saat ini.

Sementara Yamaha FreeGo 125 dibekali mesin Blue Core 125 cc dengan tenaga 9,3 Tk pada 8.000 rpm dan torsi 9,5 Nm pada 5.500 rpm.

Meski torsinya kalah tipis dari Brusky, FreeGo unggul telak dalam urusan kehalusan mesin berkat fitur Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara starter nyaris tak terdengar, ditambah fitur Stop & Start System (SSS) untuk efisiensi BBM.

Pada akhirnya, pilihan kembali pada preferensi garasi masing-masing. Jika mencari motor harian dengan fitur melimpah, bagasi raksasa, dan harga yang lebih bersahabat, Yamaha FreeGo 125 adalah rajanya.

Namun, bagi konsumen yang mendambakan desain sporty ikonik dengan sensasi eksklusif memiliki skutik perdana Kawasaki di Indonesia, Brusky 125 siap menjadi pusat perhatian di jalanan.

Load More