Otomotif / Mobil
Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:30 WIB
Logo Mobil Honda. [AFP]
Baca 10 detik
  • Honda mengubah strategi global dengan beralih dari fokus kendaraan listrik murni menuju pengembangan teknologi mesin hybrid.
  • Perusahaan mencatat kerugian sebesar 423,9 miliar yen akibat besarnya biaya pembatalan proyek kendaraan listrik pada tahun lalu.
  • Manajemen menargetkan perolehan laba operasi sebesar 1,4 triliun yen pada tahun 2029 melalui optimalisasi teknologi kendaraan hybrid.

Suara.com - Honda melakukan langkah besar yang cukup mengejutkan pasar otomotif global dengan mengubah haluan strateginya secara drastis. Pabrikan asal Jepang ini secara resmi beralih fokus dari yang semula sangat agresif mempromosikan kendaraan listrik murni atau EV kini kembali memperkuat teknologi hybrid.

Langkah putar balik ini diambil setelah Honda mencatatkan kerugian fantastis sebesar 423,9 miliar yen Jepang pada tahun fiskal lalu. Rapor merah tersebut menjadi pukulan telak bagi perusahaan karena merupakan catatan kerugian pertama dalam sejarah berdirinya Honda.

Seperti dikutip dari Drive, penyebab utamanya adalah besarnya biaya yang harus ditanggung akibat pembatalan strategi kendaraan listrik sebelumnya yang dinilai terlalu membebani keuangan internal. Honda mengakui bahwa proses transisi untuk menjauh dari kendaraan listrik memang memakan biaya sangat besar mencapai 2,5 triliun yen Jepang.

Bila dirinci, kerugian Honda pada tahun fiskal terakhir mencakup 1.577,8 miliar yen akibat "kerugian terkait kendaraan listrik" yang dialami perusahaan. Meski demikian manajemen tetap optimistis bahwa fokus baru pada kendaraan hybrid akan membawa mereka membukukan rekor laba operasi hingga 1,4 triliun yen pada tahun fiskal 2029.

Penurunan performa pasar juga menjadi alasan kuat di balik perubahan haluan ini. Penjualan mobil Honda merosot 8,9 persen secara global dengan penurunan paling tajam terjadi di Tiongkok. Pasar Amerika Utara yang selama ini menjadi lumbung penjualan pun ikut melemah sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun masih dibayangi dampak negatif lanjutan sebesar 500 miliar yen hingga tahun 2027 mendatang perusahaan memperkirakan bakal segera kembali meraih keuntungan. Fokus pada hybrid dianggap sebagai jalan paling realistis untuk menyelamatkan profitabilitas perusahaan di tengah ketidakpastian pasar EV global yang semakin kompetitif dan berisiko tinggi bagi neraca keuangan mereka.

Strategi ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan investor serta menstabilkan posisi Honda di peta persaingan otomotif dunia yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan.

Load More