Otomotif / Mobil
Selasa, 23 Juni 2026 | 16:57 WIB
Ilustrasi mobil listrik China. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Pemerintah China menetapkan standar nasional baru untuk meningkatkan aspek keselamatan kendaraan listrik serta baterai mulai Juli 2026.
  • Regulasi ini mewajibkan tombol pemutus arus fisik dan memperketat pengujian termal untuk mencegah kebakaran serta ledakan berbahaya.
  • Standar baru ini memicu kenaikan biaya produksi kendaraan yang berpotensi meningkatkan harga jual produk di pasar global.

Suara.com - Pemerintah China resmi memberlakukan dua standar nasional baru untuk kendaraan listrik di tengah pesatnya pertumbuhan pasar global. Langkah ini diambil untuk meningkatkan aspek keselamatan kendaraan listrik secara signifikan baik dari sisi unit maupun komponen baterai.

Dua regulasi tersebut adalah Safety Requirements for Electric Vehicles (GB18384-2025) dan Safety Requirements for Power Batteries for Electric Vehicles (GB38031-2025). Salah satu poin krusial dalam aturan ini kendaraan listrik baru adalah kewajiban penyediaan tombol fisik untuk memutus arus listrik bertegangan tinggi. Fitur tersebut memungkinkan pengemudi menghentikan aliran daya dari sistem baterai hanya dengan satu sentuhan tanpa harus bergantung pada sistem perangkat lunak yang berisiko malfungsi saat darurat.

Selain itu China memperketat standar perlindungan termal baterai. Jika aturan sebelumnya hanya mewajibkan peringatan lima menit sebelum kebakaran, kini baterai dilarang keras mengalami kebakaran atau ledakan sama sekali. Asap yang dihasilkan saat terjadi kendala teknis juga dipastikan tidak boleh membahayakan penumpang di dalam kabin.

Aspek pengujian fisik juga semakin ekstrem karena mencakup uji benturan bagian bawah kendaraan guna melindungi baterai dari hantaman benda keras. Baterai juga harus tetap aman dari hubungan arus pendek meski telah melewati 300 siklus pengisian daya cepat.

"Penerapan penuh standar baru tersebut diproyeksikan bisa menekan tingkat kebakaran kendaraan listrik di China jadi jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal." ujar Wu Kai, Akademisi dari Chinese Academy of Engineering sekaligus Chief Scientist CATL, dikutip dari Carnewschina, Selasa (23/6/2026).

Produsen raksasa seperti CATL dan BYD mengeklaim telah siap menghadapi regulasi ini. BYD menyebut Blade Battery generasi kedua miliknya mampu melampaui persyaratan minimum pemerintah. Namun kebijakan ketat ini diprediksi akan menyaring produsen berkualitas rendah dan memicu kenaikan biaya produksi. Analis memperkirakan harga kendaraan listrik yang diluncurkan setelah Juli 2026 berpotensi mengalami kenaikan harga di pasar global.

Load More