Otomotif / Mobil
Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:17 WIB
Toyota bZ4X yang dipamerkan pada ajang pameran otomotif GIIAS. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Toyota menarik lebih dari seribu unit bZ4X secara global akibat kendala perangkat lunak pada sistem kontrol baterai.
  • Kesalahan sistem ECU tersebut menyebabkan mesin mati mendadak saat berkendara yang meningkatkan risiko fatal bagi keselamatan pengguna.
  • Pihak Toyota menyediakan pembaruan perangkat lunak gratis di diler resmi sebagai solusi atas masalah teknis kendaraan tersebut.

Suara.com - Toyota kembali diterpa kabar kurang sedap terkait keandalan lini kendaraan listrik mereka di pasar global. Lebih dari seribu unit Toyota bZ4X ditarik kembali karena kendala serius pada perangkat lunak baterai.

Masalah teknis ini disinyalir dapat menyebabkan SUV elektrik tersebut kehilangan tenaga secara tiba-tiba saat sedang digunakan dalam perjalanan. Toyota Australia mengonfirmasi bahwa akar permasalahan berada pada kesalahan perangkat lunak sistem kontrol baterai. Sistem vital ini diatur oleh Electronic Control Unit (ECU) yang bertugas mengelola performa kendaraan secara keseluruhan.

Gangguan pada komponen digital ini memicu risiko fatal karena mesin bisa mati mendadak tanpa gejala awal yang jelas bagi pengemudi. Pihak pabrikan menjelaskan bahwa situasi ini sangat berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan terutama dalam kecepatan tinggi.

"Jika terjadi kerusakan seperti itu, power steering dan sistem pengereman tetap berfungsi, namun sistem penggerak listrik akan mati. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya daya penggerak saat berkendara dengan kecepatan tinggi, sehingga meningkatkan risiko tabrakan," tulis Toyota Australia dalam pernyataannya, dikutip Sabtu (20/6/2026).

Kejadian ini menambah daftar panjang laporan perbaikan bZ4X sejak peluncurannya. Ini merupakan penarikan ketiga kalinya bagi model tersebut di pasar Australia dalam periode yang singkat.

Toyota bZ4X. [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].

Sebelumnya kendaraan ini sempat mengalami masalah pada sistem pendingin udara serta keterlibatan dalam recall massal yang menyasar berbagai model populer Toyota lainnya.

Langkah penanganan yang diambil adalah pembaruan perangkat lunak melalui diler resmi tanpa pungutan biaya apa pun. Proses perbaikan ini diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 45 menit untuk setiap unit yang terdampak.

Meskipun kasus ini belum dilaporkan terjadi di Indonesia, fenomena recall berulang ini menjadi sorotan tajam bagi konsumen yang mulai beralih ke tren kendaraan listrik murni.

Ketahanan sistem digital kini menjadi tantangan besar bagi Toyota dalam menjaga kepercayaan pasar di segmen kendaraan ramah lingkungan.

Baca Juga: Harga Beda Jauh, Apakah Toyota Vios Hybrid Lebih Worth It Dibanding Versi Biasa?

Load More