- AISMOLI mendesak pemerintah agar menetapkan masa berlaku insentif motor listrik minimal tiga tahun demi menciptakan kepastian pasar.
- Penerapan kebijakan berdurasi panjang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik yang lebih stabil serta berkelanjutan.
- Pemerintah menargetkan penyelesaian regulasi subsidi lima juta rupiah per motor pada Juli 2026 untuk mempercepat adopsi kendaraan.
Suara.com - Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) melontarkan pandangan kritis terkait pola pemberian insentif kendaraan listrik yang selama ini dianggap terlalu singkat. Organisasi ini mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan insentif dengan masa berlaku minimal tiga tahun demi menjamin kepastian bagi konsumen, pelaku industri, hingga para investor di tanah air.
Public Relations & Event Executive AISMOLI, Riniwaty Sinaga, menegaskan bahwa kebijakan insentif sebaiknya tidak lagi diberlakukan hanya dalam jangka waktu satu tahun. Menurutnya, stabilitas regulasi menjadi kunci utama agar ekosistem kendaraan ramah emisi ini dapat tumbuh secara maksimal.
"Kami berharap kebijakan ini dirancang secara multi-years agar memberikan kepastian bagi konsumen, industri, dan investor, dibarengi regulasi teknis juga perlu disiapkan sejak awal agar program dapat segera berjalan setelah aturan diterbitkan," kata Riniwaty, dikutip Rabu (24 Juni 2026).
AISMOLI memandang masa berlaku insentif selama tiga tahun sebagai target yang realistis karena berada dalam periode pemerintahan yang sama. Kepastian durasi ini diharapkan mampu memicu kepercayaan pasar yang lebih kuat dibandingkan kebijakan yang berubah setiap tahun. "Kita usulkan minimal tiga tahun," ujarnya.
Riniwaty menjelaskan bahwa pemberlakuan insentif dengan durasi kurang dari tiga tahun belum mampu menciptakan volume pasar yang kuat. Tanpa intervensi pemerintah yang konsisten dalam jangka panjang, ekosistem kendaraan listrik sulit berkembang secara mandiri. AISMOLI bahkan menilai masa berlaku selama lima tahun jauh lebih ideal agar industri dapat bertumbuh secara berkelanjutan.
"Idealnya lima tahun untuk mencapai volume pertumbuhan organik," tutur Riniwaty.
Selain durasi, asosiasi tersebut meminta pemerintah mematangkan regulasi teknis sejak awal. Langkah ini penting agar implementasi subsidi tidak terhambat kendala administratif saat aturan resmi diterbitkan. AISMOLI menyatakan kesiapannya untuk bersinergi jika kebijakan baru segera diumumkan dalam waktu dekat.
"Kami selalu siap mendukung apabila pemerintah mengumumkan dalam waktu dekat untuk diimplementasikan," katanya.
Saat ini pemerintah berencana kembali mengucurkan subsidi sebesar Rp5 juta untuk setiap pembelian sepeda motor listrik baru. Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur skema tersebut ditargetkan rampung pada Juli 2026 guna mempercepat adopsi kendaraan rendah emisi di kota-kota besar Indonesia. Sebelumnya, kebijakan serupa hanya berdurasi satu tahun yang dinilai kurang efektif menciptakan efek domino bagi industri otomotif nasional.
Baca Juga: 6 Motor Listrik Harga di Bawah Honda Scoopy: Cocok untuk Pelajar dengan Jarak Tempuh Jauh
Kontributor : Michele Alessandra Amabelle
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
-
Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?
-
Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line
-
DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia
-
Wapres Gibran Rakabuming Gunakan Motor Listrik saat Lakukan Kunjungan di Tanah Papua