- Populasi mobil China di pasar bekas Indonesia meningkat, namun nilai jual kembalinya masih di bawah pabrikan Jepang.
- Depresiasi harga mobil China lebih tinggi dengan selisih 20 hingga 30 persen dibandingkan model Jepang setara.
- Usia merek yang masih baru dan minimnya unit kendaraan listrik bekas memengaruhi stabilitas harga di pasar nasional.
Suara.com - Pasar otomotif Indonesia mulai diramaikan oleh kehadiran mobi China di bursa mobil bekas seiring meningkatnya populasi unit di jalan raya. Namun, para pelaku usaha menilai nilai jual kembali atau resale value merek-merek Negeri Tirai Bambu tersebut masih belum mampu menandingi dominasi pabrikan Jepang.
Direktur OLXmobbi Agung Iskandar mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat terlihat pada segmen mobil bermesin pembakaran internal (ICE) yang telah memasuki usia pakai tiga hingga lima tahun. Penurunan harga mobil China tercatat jauh lebih signifikan dibandingkan mobil-mobil Jepang pada kelas yang sama.
"Faktanya memang mobil-mobil China yang sudah masuk itu depresiasinya lebih besar dibandingkan mobil-mobil Jepang," ujar Agung di Jakarta, Senin (29 Juni 2026).
Sebagai gambaran nyata, Agung membandingkan performa harga dua model di segmen MPV yaitu Wuling Cortez dan Toyota Kijang Innova. Menurut pantauan pasar, ketahanan harga Innova masih jauh mengungguli Cortez di mata konsumen mobil bekas.
"Kalau misalnya head-to-head-nya Cortez yang memposisikan dirinya sebagai Innova, ya Innova masih lebih baik dari segi depresiasi dibandingkan Cortez," katanya.
Angka selisih depresiasi antara keduanya cukup lebar yakni berkisar antara 20 hingga 30 persen. Jika unit Toyota Innova rata-rata mengalami penyusutan nilai sekitar 6 sampai 10 persen per tahun, maka Wuling Cortez bisa mengalami penurunan harga 8 hingga 15 persen lebih dalam di periode yang sama.
Faktor utama di balik tingginya depresiasi ini adalah usia merek China yang tergolong masih baru di pasar Indonesia. Sebuah model kendaraan biasanya baru akan membanjiri pasar bekas setelah berusia tiga sampai tujuh tahun. Saat ini bursa mobil bekas untuk merek China masih didominasi oleh lini produk Wuling seperti Cortez, Confero, dan Almaz.
Beralih ke segmen kendaraan listrik, Agung menyebutkan bahwa kontribusi mobil listrik bekas saat ini baru mencapai sekitar 2 persen dari total pasar nasional. Hal ini disebabkan sebagian besar unit baru dipasarkan secara masif dalam dua tahun terakhir.
"Mobil listrik China kan baru banyak masuk sekitar dua tahunan, jadi belum banyak yang jadi mobil bekas. Yang sudah mulai banyak itu yang batch pertama seperti Wuling Air ev dan Hyundai Ioniq 5 karena usianya sudah sekitar tiga tahunan," tutupnya
Baca Juga: Mobil Mesin V6 Harga Mulai 30 Jutaan: Ini yang Harus Diketahui sebelum Bawa Pulang Mitsubishi Galant
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Xpeng X9 Terbaru Bawa Teknologi Canggih dan Kabin Makin Senyap
-
Apakah Ngebut Bikin Bensin Motor Lebih Boros? Ini Cara agar Tetap Hemat
-
Lalu Lintas Padat saat Libur Sekolah? Begini Cara Menghemat Bensin saat Macet
-
5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik