Otomotif / Mobil
Selasa, 30 Juni 2026 | 13:34 WIB
SPBU Pertamina. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia mulai mendistribusikan bahan bakar B50 ke seluruh SPBU secara bertahap mulai 1 Juli 2026.
  • Kebijakan ini menetapkan masa transisi hingga 1 Oktober 2026 agar badan usaha menghabiskan stok B40 lama.
  • Pengguna wajib melakukan perawatan rutin karena B50 bersifat pembersih yang berpotensi menyumbat filter bahan bakar kendaraan.

Suara.com - Pemerintah Indonesia resmi memulai langkah besar dalam kemandirian energi nasional.

Mulai besok, tepatnya (1/7/2026), Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biodiesel 50 persen atau B50 mulai dijual secara bertahap di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh tanah air.

Kebijakan mandatori ini menandai babak baru setelah sebelumnya masyarakat menggunakan B40. B50 sendiri merupakan campuran antara 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati, dalam hal ini kelapa sawit, dengan 50 persen solar fosil.

Meskipun peluncuran resminya dimulai besok, masyarakat tidak perlu kaget jika masih menemukan stok lama di beberapa tempat.

Pemerintah telah menetapkan masa transisi selama tiga bulan, yakni hingga 1 Oktober 2026, agar badan usaha bisa menghabiskan sisa stok B40 sekaligus melakukan proses pencampuran atau blending yang sempurna.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa saat implementasi penuh nanti, kualitas bahan bakar yang sampai ke tangki kendaraan maupun genset masyarakat sudah sesuai standar yang ditetapkan.

Diklaim sudah teruji

Ilustrasi Bahan Bakar B50. (Gemini AI)

Kehadiran B50 bukan muncul tiba-tiba tanpa persiapan matang. Proses pengujian teknis sudah dilakukan secara intensif sejak awal tahun 2025.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa rangkaian uji coba ini melibatkan berbagai sektor krusial untuk menjamin keamanan operasional di lapangan.

Menurut Eniya dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM April silam, pemerintah ingin memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat mobilitas masyarakat maupun aktivitas industri.

Baca Juga: B50 untuk Mobil Apa Saja? BBM Baru yang Katanya Akan Dirilis 1 Juli 2026

"Awal 2025 kita sudah melakukan uji teknis laboratorium dan sudah selesai di pertengahan tahun lalu. Lalu kita memang sudah melakukan kick off dan serentak uji di 6 sektor. Jadi otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, lalu pembangkit, satu lagi kereta. Nah itu serentak dilakukan mulai tanggal 9 Desember 2025," ungkap Eniya.

Uji jalan untuk kendaraan otomotif bahkan mencakup jarak tempuh hingga 50.000 kilometer guna melihat dampak jangka panjangnya terhadap mesin.

Mobil butuh perawatan ekstra

Kementerian ESDM mengatakan pengujian BBM diesel B50 di alat berat berjalan sukses. [Dok Kementerian ESDM]

Lantas, muncul pertanyaan besar di kalangan pemilik mobil diesel dan pengguna genset: apakah kenaikan kadar biodiesel ini aman untuk mesin mereka?

Prof. Dr. Ir. Tulus Burhanuddin Sitorus, S.T., M.T., IPM, yang merupakan Dosen Teknik Mesin sekaligus Ketua Program Studi Magister dan Doktor Ilmu Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara (USU), pernah memberikan tinjauan akademis yang terbut 25 Juni lalu.

Ia memaparkan bahwa ada banyak perbedaan perlakuan ke kendaraan yang perlu diperhatikan pengguna.

Secara umum, hasil uji menunjukkan bahwa B50 aman untuk sebagian besar parameter teknis, namun pengguna tetap harus waspada terhadap kondisi spesifik kendaraan masing-masing.

Load More