- Pemilik motor wajib mengganti oli setiap enam bulan sekali meskipun kendaraan jarang digunakan.
- Proses oksidasi dan kondensasi uap air dapat merusak struktur kimia oli serta menciptakan endapan lumpur berbahaya dalam mesin.
- Menunda penggantian oli berisiko menyebabkan korosi, penyumbatan saluran pelumas, hingga kerusakan komponen mesin akibat gesekan saat motor dihidupkan.
Suara.com - Banyak pemilik sepeda motor beranggapan bahwa penggantian oli mesin hanya didasarkan pada jarak tempuh atau angka yang tertera di odometer.
Alhasil, motor yang lebih sering terparkir di garasi seringkali diabaikan perawatan olinya karena merasa "kilometernya belum sampai".
Padahal, anggapan ini kurang tepat dan berpotensi merusak mesin dalam jangka panjang. Lantas, kapan sebaiknya ganti oli jika motor jarang dipakai? Simak penjelasannya berikut ini.
Mengapa Oli Tetap Harus Diganti Meski Motor Jarang Dipakai?
Mesin motor yang jarang dihidupkan bukan berarti olinya tetap dalam kondisi prima. Ada dua musuh utama oli pada motor yang jarang digunakan: Oksidasi dan Kondensasi.
- Oksidasi: Begitu botol oli dibuka dan dimasukkan ke dalam mesin, oli mulai bereaksi dengan udara. Proses kimia ini disebut oksidasi yang lambat laun akan merusak struktur kimia oli, membuatnya mengental, dan kehilangan
kemampuan pelumasannya. - Kondensasi (Uap Air): Saat motor didiamkan dalam waktu lama, terutama di ruangan yang lembap atau saat suhu berubah-ubah, akan muncul uap air di dalam ruang mesin. Uap air ini bisa bercampur dengan oli dan menciptakan endapan lumpur (sludge) yang berbahaya bagi komponen mesin.
Aturan Gunakan Standar Waktu, Bukan Kilometer
Jika motor rutin digunakan, biasanya pabrikan menyarankan ganti oli setiap 2.000 hingga 4.000 kilometer. Namun, untuk motor yang jarang keluar garasi, Anda harus beralih ke hitungan waktu (bulan).
Para ahli otomotif dan pabrikan umumnya menyarankan penggantian oli dilakukan setiap 6 bulan sekali, meskipun motor tersebut jarang atau bahkan hampir tidak pernah dikendarai.
Jika motor didiamkan lebih dari 6 bulan tanpa ganti oli, risiko terjadinya korosi di bagian dalam mesin akan meningkat karena oli lama sudah tercemar oleh zat asam hasil sisa pembakaran yang tertinggal.
Baca Juga: Nama 'Evo' akan Diambil Alih dari Mitsubishi? Ini 'Pelakunya'
Dampak Buruk Menunda Ganti Oli
Apa yang terjadi jika Anda membiarkan oli lama mengendap bertahun-tahun di dalam mesin?
- Keausan saat Cold Start: Saat Anda akhirnya menyalakan motor, oli yang sudah rusak tidak akan melumasi dengan sempurna, menyebabkan gesekan kasar pada piston dan dinding silinder.
- Penyumbatan Jalur Oli: Endapan lumpur (sludge) dapat menyumbat saluran oli yang sempit, mengakibatkan sirkulasi pelumas terhambat.
- Karatan: Sifat pelindung anti-karat pada oli akan hilang seiring waktu, membiarkan bagian dalam mesin rawan terkena korosi.
Kesimpulannya, gantilah oli motor kesayangan Anda setiap 6 bulan sekali untuk memastikan performanya tetap prima saat sewaktu-waktu ingin digunakan kembali.
Jangan tertipu dengan angka odometer yang masih rendah. Oli mesin memiliki masa pakai yang dipengaruhi oleh lingkungan dan waktu, bukan hanya putaran mesin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Intip Rahasia Mesin Vario Evo 160 yang Bikin Tarikan Makin Galak, Bukan Evolusi Wajah Saja
-
Mitsubishi Fuso Perkuat Logistik Kalimantan Lewat Layanan di Tengah Jalur Tambang Sandai
-
Kemenperin Klaim Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Tak Pindah ke Vietnam
-
Hyundai akan Tinggalkan Mobil ICE, Apa Saja Gantinya?
-
Changan Deepal S05 Tebar Pesona Lewat Teknologi REEV yang Sanggup Tempuh Jarak 1.100 Kilometer
-
3 Motor Listrik Commuter Lintas Kota dan Kabupaten: Setara Nmax, Solusi untuk Pekerja dan Mahasiswa
-
2 Motor Listrik Alternatif Scoopy dan Vespa: Nggak Mikir Oli Mahal, Idola Pelajar dan Pekerja
-
Strategi Yadea Pikat Warga Jakarta di PRJ 2026 Obral Subsidi 10 Juta Cukup Modal Tunjukkan SIM C
-
KLH Susun Aturan Limbah Baterai Kendaraan Listrik
-
Nama 'Evo' akan Diambil Alih dari Mitsubishi? Ini 'Pelakunya'