Otomotif / Motor
Rabu, 01 Juli 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi Mekanik sedang mengganti oli mesin sepeda motor. (ANTARA/HO Pertamina Lubricants)
Baca 10 detik
  • Pemilik motor wajib mengganti oli setiap enam bulan sekali meskipun kendaraan jarang digunakan.
  • Proses oksidasi dan kondensasi uap air dapat merusak struktur kimia oli serta menciptakan endapan lumpur berbahaya dalam mesin.
  • Menunda penggantian oli berisiko menyebabkan korosi, penyumbatan saluran pelumas, hingga kerusakan komponen mesin akibat gesekan saat motor dihidupkan.

Suara.com - Banyak pemilik sepeda motor beranggapan bahwa penggantian oli mesin hanya didasarkan pada jarak tempuh atau angka yang tertera di odometer.

Alhasil, motor yang lebih sering terparkir di garasi seringkali diabaikan perawatan olinya karena merasa "kilometernya belum sampai".

Padahal, anggapan ini kurang tepat dan berpotensi merusak mesin dalam jangka panjang. Lantas, kapan sebaiknya ganti oli jika motor jarang dipakai? Simak penjelasannya berikut ini.

Mengapa Oli Tetap Harus Diganti Meski Motor Jarang Dipakai?

Mesin motor yang jarang dihidupkan bukan berarti olinya tetap dalam kondisi prima. Ada dua musuh utama oli pada motor yang jarang digunakan: Oksidasi dan Kondensasi.

  • Oksidasi: Begitu botol oli dibuka dan dimasukkan ke dalam mesin, oli mulai bereaksi dengan udara. Proses kimia ini disebut oksidasi yang lambat laun akan merusak struktur kimia oli, membuatnya mengental, dan kehilangan
    kemampuan pelumasannya.
  • Kondensasi (Uap Air): Saat motor didiamkan dalam waktu lama, terutama di ruangan yang lembap atau saat suhu berubah-ubah, akan muncul uap air di dalam ruang mesin. Uap air ini bisa bercampur dengan oli dan menciptakan endapan lumpur (sludge) yang berbahaya bagi komponen mesin.

Aturan Gunakan Standar Waktu, Bukan Kilometer

Jika motor rutin digunakan, biasanya pabrikan menyarankan ganti oli setiap 2.000 hingga 4.000 kilometer. Namun, untuk motor yang jarang keluar garasi, Anda harus beralih ke hitungan waktu (bulan).

Para ahli otomotif dan pabrikan umumnya menyarankan penggantian oli dilakukan setiap 6 bulan sekali, meskipun motor tersebut jarang atau bahkan hampir tidak pernah dikendarai.

Jika motor didiamkan lebih dari 6 bulan tanpa ganti oli, risiko terjadinya korosi di bagian dalam mesin akan meningkat karena oli lama sudah tercemar oleh zat asam hasil sisa pembakaran yang tertinggal.

Baca Juga: Nama 'Evo' akan Diambil Alih dari Mitsubishi? Ini 'Pelakunya'

Dampak Buruk Menunda Ganti Oli 

Apa yang terjadi jika Anda membiarkan oli lama mengendap bertahun-tahun di dalam mesin?

  • Keausan saat Cold Start: Saat Anda akhirnya menyalakan motor, oli yang sudah rusak tidak akan melumasi dengan sempurna, menyebabkan gesekan kasar pada piston dan dinding silinder.
  • Penyumbatan Jalur Oli: Endapan lumpur (sludge) dapat menyumbat saluran oli yang sempit, mengakibatkan sirkulasi pelumas terhambat.
  • Karatan: Sifat pelindung anti-karat pada oli akan hilang seiring waktu, membiarkan bagian dalam mesin rawan terkena korosi.

Kesimpulannya, gantilah oli motor kesayangan Anda setiap 6 bulan sekali untuk memastikan performanya tetap prima saat sewaktu-waktu ingin digunakan kembali.

Jangan tertipu dengan angka odometer yang masih rendah. Oli mesin memiliki masa pakai yang dipengaruhi oleh lingkungan dan waktu, bukan hanya putaran mesin.

Load More