Otomotif / Mobil
Selasa, 21 Juli 2026 | 11:06 WIB
Proses produksi di pabrik Isuzu Karawang. (Foto: SUARA.COM/Manuel Jeghesta)
Baca 10 detik
  • Kemenperin menargetkan PT Isuzu Astra Motor Indonesia memproduksi 500 ribu unit kendaraan dalam empat tahun ke depan.
  • Pemerintah mendesak peningkatan utilisasi pabrik di Karawang agar produksi mencapai minimal 50 ribu unit per tahun.
  • Peningkatan target produksi bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi otomotif global yang berdaya saing tinggi.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memberikan tantangan besar bagi PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI). Meski baru saja merayakan pencapaian produksi 300 ribu unit sejak beroperasi di Karawang pada 2015, Isuzu kini didorong untuk melompat lebih jauh. 

Tidak main-main, target produksi dipatok mencapai 500 ribu unit dalam kurun waktu empat tahun ke depan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Setia Diarta, menyatakan kesiapan pemerintah untuk mendukung penuh langkah Isuzu. Harapannya, penambahan model dan volume produksi bisa memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi global.

"Saya bisa menjadi alat komunikasi Bapak untuk terus meminta jumlah produk dan tipe produk yang akan diproduksi di Isuzu Astra Indonesia. Sehingga angka 500 ribu ini sudah tidak sulit lagi untuk kita capai dan kami harapkan 3-4 tahun belakang itu bisa dapat diwujudkan," kata Setia di Karawang, Jawa Barat, Selasa (21 Juli 2026).

Kondisi saat ini menunjukkan adanya ketimpangan antara kapasitas tersedia dan realisasi di lapangan. Pabrik Isuzu di Karawang sebenarnya memiliki kapasitas hingga 80 ribu unit per tahun. Namun, kenyataannya realisasi produksi masih tertahan di angka 35 ribu unit per tahun. Pemerintah mendesak agar utilisasi fasilitas ini segera digenjot hingga mencapai minimal 50 ribu unit dalam waktu dekat.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, kinerja Isuzu sebenarnya sedang menanjak. Penjualan ritel pada semester pertama 2026 tercatat mencapai 13.430 unit atau naik 18,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Sementara itu, realisasi produksi untuk pasar ekspor maupun domestik tumbuh 2,6 persen menjadi 16.329 unit.

"Tentu saja kami berharap kapasitas ini atau juga produksi yang ada di Isuzu ini akan mencapai lebih baik lagi, tidak hanya mencapai 35 ribu, tapi berharap tahun-tahun mendatang mencapai 50 ribu unit per tahun," ucap Setia.

Di sisi lain, tren ekspor kendaraan nasional masih menunjukkan performa positif di tengah ketidakpastian global. Ekspor mobil utuh atau CBU hingga Juni 2026 telah menembus 251.705 unit dengan pertumbuhan 7,7 persen.

Baca Juga: Sikat sebelum Kehabisan! Ini 5 Mobil Bekas 7 Seater di Bawah 70 Juta yang Paling Bandel

"Capaian ini tentu saja mencerminkan daya saing industri otomotif berkelanjutan yang tetap terjaga," pungkas Setia.

Load More