Bisnis / Makro
Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:51 WIB
Industri rendah karbon. [Dok. IWIP]
Baca 10 detik
  • PT IWIP bergabung dalam Program Net Zero Industrial Precincts untuk mendukung target dekarbonisasi nasional dan Net Zero Emission 2050.
  • Kemenperin dan Climateworks Centre memfasilitasi pengembangan kawasan industri rendah karbon melalui pemetaan serta penyusunan jalur transisi dekarbonisasi strategis.
  • IWIP mengimplementasikan energi terbarukan seperti PLTB dan PLTS serta menerapkan prinsip ekonomi sirkular untuk mempercepat transformasi kawasan berkelanjutan.

Suara.com - PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkuat transformasi menuju kawasan industri rendah karbon untuk mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) sektor industri pada 2050.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi IWIP dalam Program Net Zero Industrial Precincts (NZIP), program yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Climateworks Centre yang mendorong pengembangan kawasan industri rendah karbon di Indonesia.

Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin, Winardi menyampaikan bahwa transformasi kawasan industri merupakan salah satu langkah strategis untuk mencapai target dekarbonisasi sektor industri nasional.

Menurutnya, kawasan industri tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai ekosistem yang mendorong efisiensi sumber daya, pengembangan infrastruktur bersama, pemanfaatan energi rendah karbon, serta pengelolaan lingkungan secara terpadu.

“Melalui pendekatan tersebut, pengelola kawasan, tenant, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat bersama-sama mengidentifikasi peluang pengurangan emisi melalui peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi rendah karbon, pembangunan infrastruktur bersama, hingga penguatan permintaan terhadap produk industri rendah emisi,” katanya, dikutip dari siaran pers, Jumat (3/7/2026).

Program NZIP dilaksanakan dalam beberapa fase. Fase 1 (2024–2025) menghasilkan pemetaan kawasan industri potensial dan kerangka analisis sebagai dasar pengembangan kawasan industri rendah karbon.

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkuat transformasi menuju kawasan industri rendah karbon untuk mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) sektor industri pada 2050. [Dok. IWIP]

Sementara itu Fase 2 (2025–2028) berfokus pada penyusunan jalur transisi dekarbonisasi, kajian sosial ekonomi, analisis pasar, dan pengembangan peluang investasi. IWIP menjadi salah satu kawasan industri yang berpartisipasi dalam implementasi NZIP Fase 2.

Di sisi lain Deputy General Manager Sustainable Development Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Deky Tetradiono mengatakan bahwa implementasi Program NZIP menjadi momentum bagi IWIP untuk memperkuat pengembangan kawasan industri rendah karbon secara lebih terintegrasi.

"Melalui implementasi Program NZIP, IWIP dapat mengidentifikasi berbagai peluang pengurangan emisi secara lebih komprehensif di tingkat kawasan. Pendekatan ini memungkinkan pengembangan infrastruktur bersama, peningkatan efisiensi energi, serta kolaborasi yang lebih erat dengan tenant dan para pemangku kepentingan sehingga implementasi dekarbonisasi dapat berjalan lebih efektif," beber Deky.

Baca Juga: BI Rate Naik, Kemenperin Sebut Kepercayaan Industri Melambat

Sebagai bagian dari transformasi menuju kawasan industri rendah karbon, IWIP mengembangkan berbagai inisiatif dekarbonisasi yang terintegrasi. Upaya tersebut meliputi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 2×2,5 megawatt, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 15 megawatt, pemanfaatan waste heat generation sekitar 90 megawatt untuk meningkatkan efisiensi energi, serta rehabilitasi kawasan mangrove sebagai bagian dari upaya penyerapan karbon.

Transformasi tersebut juga diperkuat melalui penerapan konsep cleaner production dengan mengadopsi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pengembangan hilirisasi sesuai pohon industri untuk mendukung terciptanya ekonomi sirkular (circular economy).

Di tingkat kawasan, IWIP terus mengembangkan infrastruktur bersama, menerapkan standar lingkungan, serta memperkuat kolaborasi dengan tenant untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan mendukung pengelolaan kawasan industri yang lebih berkelanjutan.

Selain berfokus pada pengembangan infrastruktur dan teknologi, IWIP juga mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung agenda dekarbonisasi.

Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai program komunikasi, edukasi, dan kampanye lingkungan bagi tenant, karyawan, maupun masyarakat sekitar guna mendorong partisipasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung transformasi menuju kawasan industri hijau dan rendah karbon.

Melalui implementasi Program NZIP serta berbagai inisiatif dekarbonisasi yang dijalankan, IWIP berharap dapat mempercepat pengembangan kawasan industri rendah karbon sekaligus berkontribusi dalam penyusunan peta jalan dekarbonisasi kawasan industri di Indonesia.

Kolaborasi antara pemerintah, pengelola kawasan industri, tenant, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sektor industri nasional yang lebih berdaya saing, rendah emisi, dan berkelanjutan.

Load More