- Insinyur Le Van Tach mengungkap kerusakan rem Hyundai Grand i10 akibat rem tangan aktif setelah basah.
- Kelembapan dan kotoran menyebabkan oksidasi yang membuat kampas rem menempel erat dan mengunci cakram kendaraan.
- Pengemudi disarankan mengeringkan rem atau memakai ganjal roda alih-alih memaksa menjalankan mobil yang terkunci.
Suara.com - Mencuci mobil atau menerjang genangan banjir sering dianggap sebagai rutinitas biasa bagi pemilik kendaraan di kota besar. Namun banyak yang tidak menyadari bahwa kebiasaan langsung memarkir kendaraan dalam kondisi rem tangan menyimpan risiko kerusakan serius.
Insinyur otomotif Le Van Tach membagikan temuan mengenai pemilik Hyundai Grand i10 yang mengalami kendala teknis berat akibat mengaktifkan rem tangan setelah mencuci kendaraannya. Masalah bermula saat mobil yang awalnya normal tiba-tiba tidak dapat digerakkan ke posisi maju maupun mundur pada keesokan harinya.
Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam ditemukan fakta bahwa kampas rem telah patah dan mengunci pada cakram rem. Kerusakan ini dipicu oleh upaya paksa pemilik untuk menjalankan mobil saat roda dalam kondisi terkunci akibat oksidasi yang terjadi semalaman.
Menurut penjelasan teknis kelembapan yang bercampur dengan kotoran dapat menyebabkan kampas rem menempel erat pada cakram jika mobil diparkir lama dengan rem tangan yang aktif. Hal ini menjadi masalah umum pada mobil modern yang menggunakan sistem rem cakram karena sifat materialnya yang sensitif terhadap oksidasi air. Fenomena ini tidak hanya merugikan secara fungsional tetapi juga menguras kantong karena biaya perbaikan yang tidak murah.
Guna menghindari kejadian serupa para pengemudi disarankan untuk mengemudi perlahan dan menginjak pedal rem beberapa kali setelah mobil terkena air. Langkah sederhana ini bertujuan untuk mengeringkan permukaan rem melalui panas hasil gesekan sebelum kendaraan benar-benar diparkir. Bagi pemilik mobil transmisi otomatis penggunaan posisi P dan ganjal roda lebih direkomendasikan daripada menarik rem parkir terlalu kencang saat kondisi komponen masih lembap.
Jika pengemudi mendapati roda terasa terkunci sangat dilarang untuk menginjak pedal gas secara paksa atau mengganti gigi berulang kali. Tindakan tersebut justru akan membuat kampas rem retak bahkan hancur seketika.
Solusi paling aman adalah memanggil layanan bantuan teknis untuk melepas dan membersihkan rakitan rem secara profesional demi menjaga keselamatan berkendara. Pemahaman terhadap cara kerja sistem pengereman juga sangat krusial agar kebiasaan sepele tidak berubah menjadi bencana finansial bagi pemilik mobil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen
-
Misteri Motor Listrik Murah Yamaha Sedikit Terkuak, Mirip Gear Ultima Versi Rajin Ngegym
-
Kebiasaan Menggunakan Rem Tangan Setelah Mencuci Mobil Ternyata Berisiko Merusak Komponen
-
Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang: Beliau Bude Anak-anak Saya
-
Bakal Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Jelaskan Hubungan 'Kakak-Adik' dengan Nanik S. Deyang
-
Review Film Zola: Ketika Kisah Media Sosial Berubah Menjadi Momen Mencekam!
-
Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Tetap Minta Nanik Awasi BGN Meski Mundur sebagai Kepala
-
Likuiditas KPR Mengalir Deras, SMF Salurkan Pembiayaan Rp141,61 Triliun hingga Semester I 2026
-
Nanik S Deyang Mundur dari BGN, Kejagung Nyatakan Bisa Diperiksa Kapan Saja
-
Pernah Disinggung Teddy soal Masa Jabatan Cuma 3 Bulan, Dino Patti Djalal Akhirnya Buka Suara