- Sistem pengereman vital saat mudik karena beban berat menambah gaya inersia, memerlukan pengecekan menyeluruh.
- Pengecekan meliputi ketebalan kampas, kerataan piringan cakram, kondisi rem tromol, serta kualitas minyak rem.
- Pengendara disarankan menggunakan teknik *engine brake* dan segera periksa jika muncul indikasi kerusakan pada sistem pengereman.
Suara.com - Sistem pengereman menjadi komponen paling vital yang menentukan keselamatan keluarga selama perjalanan jarak jauh. Saat mudik lebaran, mobil biasanya membawa beban lebih berat yang secara otomatis meningkatkan gaya inersia serta memperpanjang jarak pengereman. Memastikan rem mobil tetap dalam kondisi prima bukan lagi soal kenyamanan melainkan kebutuhan mutlak untuk menghadapi berbagai situasi darurat di jalan raya.
Hariadi selaku Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menekankan bahwa performa rem yang optimal sangat berpengaruh pada keselamatan.
“Keselamatan keluarga saat mudik sangat bergantung pada kondisi kendaraan, salah satunya adalah performa rem yang optimal, terutama ketika mobil membawa beban penuh. Oleh karena itu, kami mengimbau pengendara untuk melakukan pengecekan menyeluruh melalui langkah-langkah berikut ini agar pengereman tetap responsif di berbagai kondisi jalan,” ujar Hariadi, Selasa (10/3/2026).
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memeriksa ketebalan kampas rem guna memastikan daya cengkram tetap kuat. Pengendara perlu memperhatikan kondisi piringan cakram agar tetap rata dan tidak mengalami gejala warped yang memicu getaran pada setir. Selain itu, pengecekan rem tromol di roda belakang juga sangat penting untuk menjaga keseimbangan daya henti, terutama agar rem tangan tetap pakem saat berhenti di tanjakan curam.
Aspek hidraulis juga tidak boleh luput dari perhatian pemilik kendaraan. Kualitas minyak rem memegang peran kunci dalam menyalurkan tekanan dari pedal ke seluruh roda secara akurat. Karena sifatnya yang dapat menyerap uap air, minyak rem perlu dipastikan dalam kondisi bersih agar tidak menurunkan titik didih dan memicu korosi internal pada sistem pengereman.
“Pastikan mobil Suzuki Anda menggunakan cairan Ecstar dengan standar DOT 3 atau DOT 4 sesuai spesifikasi pabrikan guna menghindari kerusakan seal karet,” tambah Hariadi.
Selain masalah teknis, pengendara harus waspada terhadap risiko brake fade atau penurunan daya pengereman akibat panas ekstrem saat melewati jalur pegunungan. Penggunaan teknik engine brake sangat disarankan untuk membantu mengurangi beban kerja mekanis pada kampas rem. Bagi pengguna mobil modern, pastikan sensor pada fitur ABS dan EBD selalu bersih agar distribusi gaya pengereman tetap akurat.
“Apabila lampu peringatan rem atau simbol ABS pada dashboard menyala, segera lakukan diagnosa di Bengkel Resmi Suzuki untuk memastikan komputerisasi sistem tetap bekerja dengan baik,” lanjutnya.
Hariadi juga mengingatkan para pemilik kendaraan untuk merespons cepat tanda abnormal seperti suara berdecit atau bau terbakar.
Baca Juga: Teknologi ADAS Bisa Jadi Solusi Tekan Angka Kecelakaan Akibat Human Error di Jalan Raya
“Respon cepat terhadap gejala awal kerusakan dapat menyelamatkan Anda dari biaya perbaikan yang jauh lebih besar di kemudian hari,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Apakah Mobil Listrik Perlu Ganti Oli? Ini Faktanya
-
Pembatasan Angkutan Barang dan Truk Lebaran 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwalnya Menurut SKB
-
Bukan Cuma Mobil Dinas Rp8,5 M, Anggaran Tim Ahli Gubernur Kaltim Juga Tembus Rp10,5 M
-
DFSK Siapkan Kejutan Mobil Listrik Baru untuk Pasar Indonesia Tahun Ini
-
Menelisik Garasi Andie Dinialdie, Pejabat Sumsel yang Viral gegara Meja Biliar Seharga Alphard Bekas
-
Cuma 4 Hari, Sikat Diskon Tol 30 Persen Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
-
5 MPV Bekas Rp50 Jutaan Paling Ideal Buat Mudik, Kabin Lega dan Irit BBM
-
Cara Cek Status Kepemilikan Kendaraan sebelum Beli Mobil Bekas
-
Tips Otomotif: Penyebab Mobil Mogok Saat Banjir dan Solusinya
-
e-Vitara Worth It? Intip Harga Mobil Suzuki Lengkap per Maret 2026