Otomotif / Mobil
Selasa, 28 Juli 2026 | 13:52 WIB
Proses produksi Mazda CX-30 di pabrik Mazda yang berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. (SUARA.COM/Michele Alessandra)
Baca 10 detik
  • PT Eurokars Motor Indonesia meresmikan pabrik perakitan pertama Mazda di Citeureup, Bogor, pada 28 Juli 2026.
  • Fasilitas seluas 6,2 hektare tersebut memiliki kapasitas produksi 5.700 unit per tahun dengan model Mazda CX-30 sebagai produk perdana.
  • Pabrik baru ini menerapkan standar kualitas global Jepang guna memperkuat komitmen jangka panjang Mazda di pasar otomotif Indonesia.

Suara.com - PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) resmi membuka pabrik perakitan pertama Mazda di Indonesia. Fasilitas yang berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat ini menjadi tonggak baru bagi Mazda setelah bertahun-tahun hanya mengandalkan impor kendaraan utuh.

Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia Ricky Thio mengatakan, pembangunan pabrik Mazda bukan sekadar menghadirkan fasilitas manufaktur, melainkan menjadi bentuk komitmen jangka panjang Mazda terhadap pasar Indonesia.

"Hari ini menjadi salah satu momen paling penting dalam perjalanan Mazda di Indonesia. Yang kita resmikan bukan sekadar sebuah fasilitas manufaktur tetapi wujud keyakinan kami bahwa Indonesia memiliki talenta, kapabilitas, dan potensi yang luar biasa untuk mendukung perjalanan jangka panjang Mazda di Indonesia," ujar Ricky Thio di Citeureup, Bogor, Selasa (28 Juli 2026).

Pabrik Mazda berdiri di atas lahan seluas 6,2 hektare dan memiliki kapasitas produksi hingga 5.700 unit per tahun. Pada tahap awal, Mazda CX-30 menjadi model pertama yang dirakit secara lokal di fasilitas tersebut. 

Proses produksi Mazda CX-30 di pabrik Mazda yang berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. (SUARA.COM/Michele Alessandra)

Seluruh proses perakitan mengacu pada standar manufaktur global Mazda. Proses quality control mencakup process audit, product audit, Mazda Quality Index for Customer (MQIC) audit yang melibatkan tim dari Jepang, hingga audit oleh pihak ketiga.

Selain itu, setiap kendaraan juga harus melewati serangkaian pengujian di area test track, mulai dari water leak test, pengujian suspensi dan kenyamanan, wheel alignment, hingga final inspection sebelum dikirim ke konsumen.

Perusahaan menegaskan standar kualitas kendaraan rakitan lokal akan disamakan dengan kendaraan yang diproduksi di Jepang sehingga tetap mempertahankan karakter berkendara khas Mazda.

Proses produksi Mazda CX-30 di pabrik Mazda yang berlokasi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. (SUARA.COM/Michele Alessandra)

Mazda menyebut kehadiran pabrik ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan manufaktur otomotif nasional, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat rantai pasok lokal, mendorong transfer teknologi, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta membuka peluang pengembangan model-model yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Baca Juga: Mazda Dalam Penyelidikan Pasca Tersangkut Masalah Recall Produk

Load More