Otomotif / Mobil
Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Ilustrasi mobil bekas (Pexels/Tom Fisk).
Baca 10 detik
  • Pembeli mobil bekas harus memeriksa riwayat servis, menyalakan mesin, mendengarkan suara, serta mengecek knalpot dan oli.
  • Calon pembeli wajib melakukan uji kendara dan mengajak mekanik tepercaya untuk pemeriksaan.
  • Pemeriksaan mesin secara teliti sebelum transaksi membantu pembeli mendapatkan kendaraan layak pakai.

5. Periksa Kebocoran Oli

Buka kap mesin dan amati apakah terdapat rembesan oli di sekitar mesin, gasket, atau bagian bawah kendaraan.

Kebocoran oli yang dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan lebih serius dan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

6. Cek Kondisi Oli Mesin

Tarik dipstick untuk melihat warna dan volume oli. Oli yang masih bersih dengan jumlah sesuai batas menunjukkan perawatan mesin yang lebih baik dibanding oli yang sangat hitam, kental, atau volumenya kurang.

7. Lakukan Test Drive

Jangan membeli mobil tanpa mencobanya di jalan minimal 15-20 menit. Saat test drive, rasakan respons akselerasi, perpindahan gigi, getaran mesin, serta pastikan tidak ada suara aneh ketika mobil melaju.

8. Ajak Mekanik Tepercaya

Jika kurang memahami kondisi mesin, sebaiknya ajak mekanik atau gunakan jasa inspeksi kendaraan independen.

Baca Juga: Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard

Pemeriksaan profesional dapat membantu menemukan kerusakan tersembunyi sehingga Anda terhindar dari risiko membeli mobil bekas yang bermasalah.

Memilih mobil bekas membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dengan memeriksa kondisi mesin secara menyeluruh sebelum transaksi, peluang mendapatkan mobil bekas yang awet, nyaman dikendarai, dan minim biaya perbaikan akan jauh lebih besar.

Load More