- Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menyatakan insentif kendaraan listrik harus difokuskan pada mobil listrik murah dengan TKDN tinggi.
- Pemerintah berencana memprioritaskan pemberian insentif kendaraan listrik bagi mobil merek nasional guna memperkuat industri otomotif dalam negeri.
- Pemberian insentif pajak terbukti efektif meningkatkan permintaan pasar kendaraan listrik hingga mencapai pertumbuhan sebesar 152 persen.
Suara.com - Pemberian insentif kendaraan listrik (EV) harus difokuskan ke mobil listrik murah dengan tinggkat kandungan komponen dalam negeri atau TKDN tinggi, demikian dikatakan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti.
Esther menekankan pentingnya kebijakan yang mendorong produksi kendaraan listrik nasional dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi. Menurutnya, pemerintah perlu mengarahkan insentif untuk mendukung produksi massal EV dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Insentif lain yang penting untuk mendorong produksi massal EV harga Rp150–200 jutaan dengan TKDN tinggi," kata Esther pada akhir pekan kemarin.
Esther mengingatkan pengembangan industri kendaraan listrik nasional membutuhkan dukungan investasi untuk membangun rantai pasok kendaraan listrik, khususnya sektor baterai. Menurutnya, insentif investasi akan memperkuat ekosistem pengolahan dan pasokan baterai dalam negeri.
Selain itu, penguatan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Dengan dukungan ekosistem yang lengkap, adopsi EV di Indonesia diyakini dapat tumbuh lebih cepat.
Menurut dia, insentif kendaraan listrik merupakan langkah positif untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan kendaraan hijau. Namun, kebijakan tersebut perlu dibarengi dengan strategi pendukung agar manfaatnya lebih optimal.
Ia juga menyampaikan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam mengembangkan kendaraan listrik sudah mulai terlihat. Ia mencontohkan, sejumlah perguruan tinggi telah mampu mengembangkan kendaraan listrik, meski produksinya masih dalam skala terbatas.
“Di kampus Undip juga sudah bisa produksi mobil EV tapi produksinya masih terbatas untuk keperluan kampus. Jadi ini harus didorong produksi dalam negeri karena SDM Indonesia mampu,” ujarnya.
Esther menekankan pemberian insentif bagi industri otomotif memacu penjualan sekaligus pertumbuhan pasar kendaraan listrik.
Baca Juga: Changan Indonesia Akui Kendala Suplai dan Harga Hambat Laju Penjualan Changan Lumin
Insentif seperti pemotongan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah/PPN DTP dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah/PPnBM terbukti efektif mendorong permintaan yang dalam periode insentif sebelumnya tumbuh hingga 152 persen.
Sebelumnya Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pemberian insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bagi mobil merek nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri.
“Kami akan prioritaskan mobil-mobil merek nasional," kata Agus, usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Himpunan Kawasan Industri (HKI) di Jakarta, Kamis (30/7).
Pemerintah belum merinci sejumlah aspek kebijakan tersebut, termasuk definisi "mobil merek nasional", apakah merujuk pada merek yang dimiliki perusahaan Indonesia atau juga mencakup kendaraan dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi yang diproduksi di Indonesia.
Pemerintah juga belum memastikan apakah insentif hanya akan diberikan kepada mobil merek nasional atau tetap mencakup merek asing yang berproduksi di Indonesia, serta kapan skema insentif tersebut akan diumumkan.
Berita Terkait
-
AC Komersial Ramah Lingkungan Produksi Lokal Resmi Meluncur, Lebih Hemat Energi
-
Mobil Listrik Termurah Harga Berapa? Ini 5 Rekomendasi yang Bisa Kamu Beli di Indonesia
-
Motor Listrik Nasional: Kemandirian Teknologi atau Sekadar Euforia Tukang Rakit?
-
Isuzu Catatkan Produksi 300 Ribu Unit di Tengah Ketatnya Persaingan Kendaraan Komersial Tanah Air
-
Mobil Listrik Murah Suzuki Siap Mengaspal, Dimensi Mirip Karimun Wagon R
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pergeseran Orientasi Karier: Tidak Semua Orang Ingin Naik Jabatan
-
7 Sabun Cuci Muka Salicylic Acid untuk Jerawat dan Komedo, Mulai Rp20 Ribuan
-
BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar
-
Bukan Pidana, Eks Hakim Agung Beberkan Alasan Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Harus Diuji di PTUN
-
Ribuan Siswa Manfaatkan PIJAR, Telkom Perluas Pemanfaatan Pendidikan Digital
-
Insentif Kendaraan Listrik Harus Diarahkan ke Mobil Murah dengan TKDN Tinggi
-
Hanya Penyadapan yang 100 Persen, Dewas KPK Ungkap Banyak Laporan Penindakan yang 'Molor'
-
Pariwisata Kuatkan Ekonomi, Pendidikan Menjaga Jiwa Budaya Suku Osing
-
Iming-iming 'Dimudahkan Rezekinya', Modus Guru Ngaji Pelaku Pencabulan di Sukabumi
-
4 Pilihan Sepatu Lari Lokal Lycan, Ada yang Dipakai Ganjar Pranowo