Otomotif / Motor
Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:22 WIB
ilustrasi motor matic untuk touring (freepik/kroshka__nastya)
Baca 10 detik
  • Sistem transmisi CVT motor matic sering kehilangan tenaga akibat komponen internal yang mengalami keausan atau kerusakan.
  • Tujuh penyebab utama meliputi roller peyang, V-belt kendur, filter kotor, kampas ganda tipis, hingga masalah pembakaran.
  • Pemeriksaan rutin dan penggantian komponen berkala di bengkel terpercaya dapat mengembalikan performa motor saat menanjak.

Mesin membutuhkan campuran udara dan bahan bakar yang tepat untuk menciptakan pembakaran yang sempurna.

Filter udara yang tersumbat oleh debu dan kotoran akan menghambat pasokan udara ke ruang bakar.

Kondisi ini menyebabkan campuran bahan bakar menjadi terlalu "kaya" (lebih banyak bensin daripada udara), sehingga mesin tidak mampu menghasilkan daya ledak yang maksimal.

Mengutip dari laman resmi Astra Honda Motor (AHM), pembersihan atau penggantian filter udara secara rutin sangat krusial untuk menjaga performa mesin tetap responsif.

4. Kampas Ganda yang Mulai Menipis

Kampas ganda atau clutch lining berfungsi untuk menyalurkan tenaga ke lonceng kampas ganda agar roda belakang berputar. Jika kampas ini sudah tipis atau aus, daya cengkeramnya terhadap lonceng akan berkurang drastis.

Seringkali, hal ini ditandai dengan munculnya getaran (geredeg) pada bagian CVT saat motor mulai berjalan.

Di tanjakan, kampas yang aus akan terus menerus mengalami selip, sehingga tenaga mesin terbuang sia-sia menjadi panas tanpa berhasil memutar roda secara efektif.

5. Masalah pada Sistem Pembakaran (Busi)

Baca Juga: Ada Lebih dari 10 Varian, Ini Beda Harga dan Fitur Yamaha Nmax Turbo dan Nmax 155

Busi yang sudah melewati masa pakainya atau kotor tidak akan mampu menghasilkan percikan api yang kuat. Percikan api yang lemah mengakibatkan proses pembakaran di dalam silinder menjadi tidak sempurna.

Efeknya sangat terasa pada torsi motor. Di jalan datar, motor mungkin masih terasa normal, namun begitu menghadapi beban gravitasi di tanjakan, kekurangan tenaga akibat pembakaran yang buruk akan sangat terlihat.

Pastikan Anda melakukan pengecekan busi setiap 6.000 hingga 8.000 kilometer.

6. Tekanan Kompresi Mesin Menurun

Penurunan kompresi biasanya terjadi karena adanya kebocoran pada klep atau ring piston yang sudah aus. Kompresi yang bocor membuat tekanan di dalam ruang bakar hilang, sehingga tenaga yang dihasilkan mesin merosot tajam.

Kondisi ini sering dialami oleh motor matic yang sudah memiliki usia pakai tinggi atau sering telat mengganti oli. Tanpa kompresi yang padat, mesin akan terasa sangat lemas dan cenderung cepat panas (overheat) saat dipaksa menanjak.

7. Penumpukan Kerak Karbon di Ruang Bakar

Penggunaan bahan bakar dengan oktan yang tidak sesuai spesifikasi mesin seringkali memicu penumpukan kerak karbon. Kerak yang menumpuk di kepala silinder dan payung klep dapat mengganggu efisiensi volume ruang bakar dan sistem buka-tutup klep.

Penumpukan deposit karbon tersebut menghambat aliran masuk bahan bakar dan pembuangan sisa pembakaran.

Melakukan carbon cleaner secara berkala bisa menjadi solusi untuk mengembalikan tenaga motor matic Anda seperti baru kembali.

Menjaga performa motor matic agar tetap tangguh di tanjakan sebenarnya tidak sulit asalkan Anda disiplin dalam melakukan servis rutin. Pastikan bagian CVT mendapatkan pembersihan berkala dan komponen habis pakai seperti roller serta V-belt diganti tepat waktu.

Jika motor Anda mulai menunjukkan gejala kurang tenaga, segera bawa ke bengkel resmi atau bengkel terpercaya untuk dilakukan diagnosa lebih lanjut sebelum komponen lain ikut mengalami kerusakan.

Load More