Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:27 WIB
Logo Mazda. (Foto: Istimewa)
  • Mazda mengajukan paten sistem EGR baru untuk mengatasi kelemahan emisi dan durabilitas mesin rotary.
  • Teknologi jalur gas buang ganda tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan performa mobil sport masa depan.
  • Mazda belum mengumumkan jadwal produksi resmi, namun konsep kendaraan baru telah dipamerkan kepada publik.

Suara.com - Mazda dikenal sebagai satu-satunya pabrikan besar yang berani mempertahankan mesin rotary atau Wankel engine. Mesin ini punya reputasi unik: ringan, bertenaga, dan berputar halus.

Namun, di balik keunggulannya, ada sejumlah kelemahan yang membuatnya sulit bertahan di era regulasi emisi ketat.

Kini, lewat paten terbaru, Mazda tampaknya menemukan cara untuk mengatasi masalah klasik mesin rotary agar bisa kembali dipakai di mobil sport masa depan.

Mesin rotary berbeda dari mesin piston konvensional. Alih-alih piston naik-turun, rotary menggunakan rotor berbentuk segitiga yang berputar di dalam housing.

Keunggulannya adalah ukuran kompak, bobot ringan, dan kemampuan menghasilkan tenaga besar dari kapasitas kecil.

Namun, kelemahan utamanya ada di efisiensi bahan bakar, emisi gas buang, dan daya tahan komponen.

Kelemahan Utama yang Dihadapi

  • Emisi tinggi: Mesin rotary generasi lama sulit memenuhi standar emisi modern. Gas buang cenderung lebih kotor karena pembakaran tidak selalu sempurna.
  • Konsumsi bahan bakar boros: Dibanding mesin piston, rotary lebih rakus bensin.
  • Durabilitas terbatas: Seal rotor (komponen yang menjaga kompresi) cepat aus, membuat mesin butuh perawatan ekstra.
  • Tidak ada sistem EGR (Exhaust Gas Recirculation): Mesin rotary lama tidak dilengkapi teknologi ini, padahal EGR penting untuk menekan emisi dengan mengalirkan kembali sebagian gas buang ke ruang bakar.

Solusi Mazda di Generasi Baru

Mazda RX-7 lawas, mobil yang pakai mesin rotary. (Favcars)

Menurut Carscoops, dalam paten terbaru yang diajukan ke US Patent and Trademark Office, Mazda memperkenalkan sistem EGR khusus untuk mesin rotary. Sistem ini membagi jalur gas buang menjadi dua:

Side port exhaust: diarahkan ke turbocharger untuk meningkatkan tenaga.

Peripheral port exhaust: dialirkan ke pendingin EGR, lalu masuk kembali ke mesin untuk menurunkan suhu udara dan mengurangi emisi.

Saat mesin bekerja di beban berat, udara dingin dari sistem ini bisa langsung masuk ke katalis sekunder. Artinya, mesin rotary baru akan lebih ramah lingkungan dan lebih tahan lama.

Dengan solusi ini, Mazda berusaha menghapus stigma lama bahwa mesin rotary tidak cocok untuk era modern. Jika berhasil, kelemahan seperti boros bahan bakar dan emisi tinggi bisa ditekan. Ditambah lagi, penggunaan turbo dan pendinginan EGR membuat performa tetap terjaga tanpa mengorbankan regulasi.

Kapan Bisa Dilihat di Mobil Produksi?

Mazda belum mengumumkan kapan mesin rotary baru ini akan masuk ke model produksi. Namun, konsep seperti Iconic SP dan Vision X-Coupe sudah memberi gambaran.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com