Toyota Tanggapi Penjualan Mobil China yang Mengintai Pasar Nasional

Jum'at, 18 September 2026 | 17:30 WIB
Logo Toyota. [Cicero7/Pixabay]
BACA 10 DETIK
  • Toyota Astra Motor menyatakan persaingan pasar mobil Indonesia 2026 semakin ketat akibat kehadiran merek China.
  • Bansar Maduma menyebutkan penjualan Toyota justru meningkat dibandingkan tahun lalu meski pangsa pasar terbagi.
  • Gaikindo mencatat penjualan wholesales mobil nasional periode Januari hingga Agustus 2026 tumbuh 20,1 persen.

Suara.com - Persaingan pasar mobil Indonesia semakin ketat sepanjang 2026. Kehadiran merek China dengan beragam produk dan teknologi elektrifikasi mulai mengambil porsi penjualan yang signifikan.

Toyota-Astra Motor (TAM) melihat kehadiran para pemain baru tersebut sebagai bagian dari dinamika industri otomotif. Perusahaan menilai persaingan yang semakin ketat justru mendorong setiap merek untuk menghadirkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor Bansar Maduma mengatakan, Toyota menyambut kehadiran kompetitor dengan produk dan keunggulan masing-masing.

"Pada dasarnya kami sangat berterima kasih bahwa kompetitor datang dengan produk-produk yang memiliki keunggulan mereka masing-masing. Ini berarti menambah semangat kompetisi untuk menghadirkan produk terbaik bagi customer," ujar Bansar di Yogyakarta, baru-baru ini.

Meski persaingan semakin ketat dan pangsa pasar terbagi dengan kehadiran banyak merek baru, Toyota menyebut kondisi tersebut belum membuat penjualannya mengalami penurunan. Bansar mengatakan, penjualan mobil Toyota justru masih mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sejauh ini kalau kami lihat dari penjualan, masih berbeda. Kalau dari sisi penjualan, sebetulnya tidak (menurun). Karena kami masih mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu," kata dia.

Menurut Bansar, perubahan peta persaingan lebih terlihat dari semakin banyaknya merek yang mengambil bagian dari pasar otomotif nasional. "Mungkin karena pasar otomotif secara keseluruhan kuenya terbagi," ungkapnya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 599.491 unit. Angka tersebut tumbuh 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 499.315 unit.

Toyota dan Daihatsu masih menjadi dua merek dengan distribusi terbesar hingga Agustus 2026. Di sisi lain, BYD berhasil masuk jajaran lima besar. Kondisi tersebut menunjukkan peta persaingan pasar mobil Indonesia semakin beragam dengan pilihan merek serta teknologi penggerak yang bervariasi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com