Pabrikan Mitsubishi merilis Mitsubishi Xpander Cross HEV (Hybrid Electric Vehicle) sebagai MPV crossover 7-seater ramah lingkungan. Mengusung teknologi hibrida murni Mitsubishi e:MOTION dan mesin 1.6L MIVEC yang dipadukan motor listrik bertenaga, mobil ini menawarkan konsumsi bahan bakar yang jauh lebih efisien dibanding varian bensin konvensional. Diproduksi di Thailand, mobil ini dijual mulai 969.000 Baht Thailand atau setara Rp519,7 juta.
Teknologi Hibrida e:MOTION dan Efisiensi Bahan Bakar
Suara.com - Tingkat irit bensin pada Mitsubishi Xpander Cross Hybrid menjadi nilai jual utamanya. Mobil ini mengadopsi sistem hibrida murni bernama Mitsubishi e:MOTION yang mengombinasikan mesin bensin, motor listrik berdaya tinggi, serta baterai Lithium-ion.
Dapur pacu bensinnya mengandalkan mesin 1.6L MIVEC DOHC 16-katup berkapasitas 1.590 cc bertenaga 95 hp dan torsi 134 Nm.
Sementara itu, motor listrik utamanya menghasilkan tenaga 116 hp dengan torsi instan sebesar 255 Nm. Torsi sendiri merupakan istilah teknis untuk dorongan gaya putar yang dihasilkan motor listrik sejak pedal gas ditekan.
Perpaduan ini memungkinkan kendaraan beroperasi dalam mode listrik murni (EV Priority) tanpa mengonsumsi bensin saat berjalan lambat.
Mesin bensin baru menyala otomatis untuk mengisi baterai atau menyuplai daya tambahan saat butuh akselerasi.
Wapcar menyebut bahwa konsumsi BBM-nya mencapai 19.2 km/liter, mirip dengan mobil-mobil 1200cc pembakaran internal biasa yang beredar di Indonesia.
Fitur pengereman regeneratif juga bertugas menyerap energi terbuang saat pengurangan kecepatan untuk diubah menjadi daya listrik. Hasilnya, pengoperasian mobil terasa sangat halus, minim getaran, dan mampu menghemat konsumsi BBM secara signifikan.
Pilihan 7 Mode Berkendara dan Fitur Pengendalian
Selain irit, Mitsubishi Xpander Cross HEV dibekali kenyamanan berkendara lewat fitur 7 Drive Mode. Pengemudi dapat memilih lima mode medan jalan yaitu Normal, Wet (jalan basah), Gravel (jalan berkerikil), Tarmac (jalan cepat atau sporty), dan Mud (jalan berlumpur), serta dua mode energi listrik yaitu EV Priority dan Charge Mode.
Sistem penggerak roda depan (FWD) mobil ini disempurnakan oleh teknologi Active Yaw Control (AYC) yang mengatur pengereman roda secara otomatis saat melibas tikungan licin.
Pusat gravitasi kendaraan yang lebih rendah serta distribusi bobot seimbang membuat pengendalian Xpander Cross Hybrid terasa lebih stabil dan minim gejala limbung dibanding varian bensin biasa.
Dari segi keselamatan, mobil ini dibekali 6 airbag, bodi RISE, serta sistem asisten pengemudi canggih seperti Lane Departure Warning (LDW), Blind Spot Warning (BSW) dengan LCA, Rear Cross Traffic Alert (RCTA), dan kamera Multi Around Monitor (MAM).
Alasan Belum Hadir di Indonesia dan Harga Resmi
Meskipun lini Xpander bensin umumnya dirakit di Indonesia, varian hibrida Xpander Cross HEV ini justru diproduksi di pabrik Mitsubishi kawasan Laem Chabang, Thailand.
Hal ini terjadi karena fasilitas produksi di Indonesia saat ini belum merakit varian hibrida untuk model Xpander, sehingga Thailand ditunjuk sebagai basis perakitan dan peluncuran global.
Berdasarkan data penjualan resmi di Thailand, Mitsubishi Xpander Cross HEV dijual dengan harga 969.000 Baht Thailand. Jika dikonversikan ke Rupiah dengan nilai tukar 1 Baht setara Rp536,37, maka harganya berada di angka Rp519.742.530 atau sekitar Rp519,7 juta.
Banderol tersebut sepadan dengan teknologi hibrida modern, fitur keselamatan aktif yang lengkap, serta standar emisi ramah lingkungan Euro 6b yang diusungnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Berapa kapasitas mesin dan tenaga motor listrik Mitsubishi Xpander Cross HEV?
A: Xpander Cross HEV mengusung mesin bensin 1.6L MIVEC bertenaga 95 hp serta motor listrik penggerak bertenaga 116 hp dan torsi puncak 255 Nm.
Q: Mengapa Mitsubishi Xpander Cross Hybrid diproduksi di Thailand?
A: Mobil ini dirakit di pabrik Laem Chabang Thailand karena fasilitas produksi di Indonesia belum memproduksi varian hibrida untuk model Xpander.
Q: Berapa harga resmi Mitsubishi Xpander Cross HEV jika dikonversi ke Rupiah?
A: Harga resmi di Thailand mulai 969.000 Baht, yang jika dikonversi dengan kurs Rp536,37 per Baht setara dengan Rp519,7 juta.