- Auto2000 merilis simulasi perbandingan biaya energi mobil listrik dan mobil bensin untuk jarak seratus kilometer.
- Biaya perjalanan mobil listrik mencapai sekitar Rp36.990 sedangkan mobil bensin menghabiskan biaya sekitar Rp83.000.
- Penggunaan mobil listrik menghasilkan selisih penghematan energi sebesar Rp46.000 untuk setiap jarak tempuh seratus kilometer.
Suara.com - Biaya energi menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli kendaraan baru. Biaya penggunaan daya listrik untuk perjalanan sehari-hari sering kali diklaim jauh lebih terjangkau dibandingkan bahan bakar mobil bensin.
Perbedaan pengeluaran tersebut dapat diukur melalui simulasi konsumsi energi untuk jarak tempuh yang sama. Berdasarkan simulasi dengan tarif dan tingkat konsumsi tertentu, biaya perjalanan mobil listrik bahkan tidak sampai separuh dari pengeluaran mobil konvensional.
Mengutip laman resmi Auto2000, pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU dipatok sebesar Rp2.466 per kWh. Jika konsumsi listrik diasumsikan sekitar 15 kWh untuk jarak 100 kilometer, maka biaya yang dikeluarkan hanya sebesar Rp36.990.
Sebagai pembanding, mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 12 kilometer per liter memerlukan bahan bakar sekitar 8,3 liter untuk jarak 100 kilometer. Jika harga bensin berada di kisaran Rp10.000 per liter, total pengeluaran mencapai sekitar Rp83.000.
Perhitungan tersebut menunjukkan selisih biaya energi sebesar Rp46.000 untuk tiap 100 kilometer perjalanan.
Jarak tempuh yang semakin jauh akan memperlebar selisih pengeluaran. Untuk menempuh jarak 1.000 kilometer, mobil listrik membutuhkan biaya sekitar Rp369.900, sedangkan mobil bensin menghabiskan sekitar Rp830.000.
Namun, angka perhitungan ini merupakan simulasi dan tidak dapat dijadikan patokan mutlak bagi seluruh kendaraan. Tingkat konsumsi energi sangat bergantung pada model kendaraan, kondisi lalu lintas, kecepatan, gaya mengemudi, hingga pemakaian pendingin udara.
Faktor lokasi pengisian daya juga ikut menentukan. Pengisian di rumah memiliki skema biaya yang berbeda dengan SPKLU, di mana layanan pengisian cepat biasanya dikenakan biaya tambahan.
Simulasi ini juga baru mengukur efisiensi energi, belum memperhitungkan biaya kepemilikan menyeluruh seperti perawatan berkala, pemeliharaan ban, pajak tahunan, asuransi, serta depresiasi harga kendaraan.
Meski demikian, mobil listrik terbukti menawarkan potensi penghematan biaya energi yang signifikan. Calon pembeli disarankan tetap melakukan kalkulasi mandiri yang disesuaikan dengan pola penggunaan harian.