- BYD memperkenalkan teknologi pengisian cepat Flash Charging di Indonesia pada Senin, 14 Oktober 2026.
- Teknologi tersebut mampu mengisi daya baterai mobil listrik dari 10 hingga 70 persen dalam waktu lima menit.
- BYD menargetkan pengoperasian 100 unit stasiun pengisian daya di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2026.
Suara.com - Produsen mobil listrik asal China, BYD resmi memperkenalkan teknologi pengisian daya cepat Flash Charging di Indonesia. Inovasi ini diklaim sanggup mengisi daya baterai mobil listrik dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam waktu lima menit.
Teknologi pengisian super cepat ini bekerja berdampingan dengan Blade Battery generasi kedua (Blade Battery 2.0). Kombinasi tersebut dirancang khusus untuk mengatasi masalah durasi pengisian daya yang kerap menjadi keraguan calon konsumen kendaraan listrik.
"Dalam dua tahun ini tim kami mengunjungi banyak tempat di Indonesia. Setiap kali berkomunikasi dengan konsumen, mereka selalu menyampaikan kekhawatiran yang sama, yaitu tentang waktu pengisian daya yang lama. Untuk itu, BYD menjawab kekhawatiran mereka dengan menghadirkan solusi teknologi Flash Charging dan Blade Battery generasi kedua," kata Liu Xueliang, Vice President BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Senin (14/10/2026).
Perangkat BYD Flash Charging mampu mengeluarkan daya hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Sistem ini dilengkapi teknologi penyimpanan energi terintegrasi untuk menopang kebutuhan daya tinggi sekaligus menekan beban berlebih pada jaringan listrik lokal.
Selain durasi lima menit untuk 70 persen, sistem ini mampu mengisi daya hingga 97 persen dalam waktu sembilan menit dari kondisi 10 persen.
"Mengapa hanya diisi daya hingga 97 persen, bukan sampai 100 persen? Karena 3 persennya adalah untuk cadangan pengereman regeneratif. Jadi tolong diingat, dalam lima menit sudah siap berangkat dan dalam sembilan menit sudah penuh," kata Liu.
Sisi penyimpanan energi juga mendapat pembaruan melalui Blade Battery 2.0 yang menawarkan peningkatan kepadatan energi di atas 5 persen serta daya tahan degradasi 2,5 persen lebih baik dibanding pendahulunya.
Sebagai tahap awal, BYD bakal mengoperasikan 10 unit Flash Charger di wilayah Sumatera, Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Papua. Jaringan stasiun pengisian ini ditargetkan berkembang hingga 100 unit di seluruh Indonesia sampai akhir 2026.