Rahasia Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Dibanding Buatan Eropa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi mobil China. (Magnific)
BACA 10 DETIK
  • AlixPartners melaporkan biaya produksi mobil listrik di China mencapai USD20.000 atau 35 persen lebih murah daripada Eropa.
  • Keunggulan pabrikan China didorong oleh efisiensi rantai pasok baterai serta pengembangan produk cepat tanpa birokrasi rumit.
  • Insiden malfungsi teknis sempat terjadi pada beberapa merek China, sementara Eropa didesak segera merombak operasional.

Suara.com - Studi terbaru dari perusahaan konsultan AlixPartners mengungkap jurang perbedaan biaya produksi mobil listrik antara pabrikan China dan Eropa. Sebuah kendaraan listrik yang menelan biaya produksi sekitar USD31.000 di Eropa dapat diproduksi hanya dengan anggaran USD20.000 di China, menciptakan selisih efisiensi mencapai 35 persen.

Meningkatnya penerimaan merek otomotif Tiongkok di pasar internasional dinilai bukan sekadar kebetulan. Konsumen global yang memprioritaskan fungsi serta harga terjangkau makin melirik produk buatan China karena kualitas yang ditawarkan dianggap sepadan dengan nilainya.

Hasil riset menemukan bahwa dominasi Tiongkok tidak melulu bersumber dari subsidi pemerintah. Rantai pasok baterai Eropa masih sangat bergantung pada sumber daya eksternal serta biaya energi kawasan yang relatif lebih tinggi ketimbang China maupun Amerika Serikat.

Selain efisiensi rantai pasok, penerapan konsep yang dikenal sebagai "Kecepatan China" menjadi keunggulan struktural utama. Produsen mobil Tiongkok memangkas birokrasi keputusan dan mempercepat masa pengembangan produk dengan mengandalkan pengujian berbasis lingkungan virtual.

Kendati demikian, percepatan pengembangan tersebut bukannya tanpa risiko teknis di lapangan. Kasus malfungsi perintah suara pada SUV listrik Lynk & Co Z20 sempat memicu insiden di malam hari akibat lampu utama mati saat pengemudi berniat mematikan lampu kabin.

Kejadian serupa dilaporkan juga ditemukan pada beberapa model dari pabrikan lain seperti Zeekr dan Deepal. Meski begitu, insiden tersebut tidak serta-merta mencerminkan kegagalan menyeluruh pada seluruh lini kendaraan buatan mereka.

Sebagai penutup, AlixPartners mengingatkan bahwa kebijakan proteksi seperti tarif impor tidak akan mematikan keunggulan kompetitif Tiongkok secara permanen. Pabrikan Eropa didesak segera merombak model operasional mereka agar mampu bertahan dalam persaingan industri global.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com