SuaraPekanbaru.id- Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru yang hangus terbakar kabarnya belum bisa memastikan kapan kembali beroperasi secara penuh.
Hal itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun. Dia belum bisa memastikan kapan MPP Pekanbaru itu kembali beroperasi secara normal.
Butuh proses untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru supaya bisa mengemabilak pelayanan MPP kepada masyarakat.
"Namun saya sudah minta segera pindahkan pelayanan ke Gedung C, agar bisa melayani masyarakat. Lantai dua kan masih kosong," kata Muflihun, Sabtu (11/3/2023).
Untuk pelayanan sementara yang berada di MPP Kota Pekanbaru tidak ada masalah. Pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru kata dia sudah kembali dibuka.
"Cuma layanan dari instansi yang ada dalam MPP, belum bisa beroperasi kembali. Tapi pelan-pelan kita buka layanan tersebut," terangnya.
Muflihun ingin supaya pelayanan izin dan non izin bisa segera berjalan dan kembali dibuka.
Menurutnya menemapti Gedung C MPP Pekanbaru bisa berada di lantasi satu dan lantai dua.
Dengan manafaatkan ruangan yang ada di Gedung tersebut kata Muflihun, bisa membuka layanan yang selama ini tersedia di MPP Pekanbaru.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Kuliner Sarapan Pagi di Kota Pekanbaru Bisa Bikin Lidah Bergoyang dan Perut Kenyang
Muflihun juga mengingatkan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru, supaya dengan segera melakukan penataan terhadap gerai pelayanan.
"Jadi kita penuhkan di lantai satu dan lantai dua gedung C. Kita penuhkan untuk layanan," kata dia.
Usai api melahap MPP Pekanbaru, layanan perizinan dan non perizinan di sempata terhenti selama dua hari.
Terkini, usai insiden kebakaran terjadi pelayanan muali kembali dibuka secara bertahap. Sejumlah layana perizinan saat ini, baru bisa diakses melalui metode online. (*)
Sumber : Riauonline.co.id
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik