Kemudian situasi semakin tak jelas beberapa saat konser akan dimulai. TIba-tibas saja Reezan memberikan info ke Farid, kalau jadwal jumpa fans dimajukan sebelum konser.
Dengan minimnya koordinasi tersebut membuat Farid kesal, sehingga dirinya tidak ingin memenuhi permintaan dari pihak promotor, untuk mendatangkan Radja ke acara jumpa fans sebelum konser dimulai.
"Mereka kan harus fokus kumpulin tenaga dan pikiran ke konser," terang Farid.
Disitulah miskomunikasinya terjadi. Farid menganggap kalau Reezan tetap ikuti kesepakatan awal, terkait jadwal jumpa fans Radja usai konser.
Sehingga dirinya tidak memberitahukan perubahan jadwal jumpa fans kepada Ian Kasela dan yang lainnya.
Sementara itu Reezan menganggap kalau Farid telah menyampaikan perubahan jadwal jumpa fans kepada personel Radja. Imbasnya acara jumpa fans berlangsung tanpa dihadir oleh Radja.
Kemudian hal itulah yang membuat pihak promotor murka, lalu memberikan intimidasi kepada band Radja, hingga mendapatkan ancaman pembunuhan. (*)
Tag
Berita Terkait
-
PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Menko Rafizi Ramli Terima Paket dari Indonesia, Pasta Gigi Tapi Ada Ekstra Ganjanya
-
Gubernur Riau Tegaskan Status Bandara SSK II Pekanbaru Masih Bandara Internasional, Tak Masuk Bagian Dievaluasi
-
Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Konser di Malaysia Band Radja Disuruh Datangi Interpol, Ini Alasannya
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
Terkini
-
Tak Gentar dengan Lawan, Afrika Selatan Janjikan Permainan Atraktif di Piala Dunia 2026
-
Cerita Pemkot Jakarta Timur Redakan Tawuran Lewat Dialog dan Olahraga
-
Jogja Darurat Pendidikan: 5.023 Anak Putus Sekolah, Nasib Guru Honorer di Ujung Tanduk
-
Tak Mau Imbang, Adam Alis Ingin Persib Bandung Menang atas Persijap
-
Dapat Beasiswa Malah Bikin Onar, 3 Pelajar Sudan di Pringsewu Diciduk Imigrasi Bandar Lampung
-
Mauricio Souza Bangga Persija Jakarta Pecahkan Rekor Poin
-
Uang Rp1 M Disimpan di Kardus, Ini Siasat Abah Jempol Kelabui Korban Seleksi Akpol
-
Jelang Bela Timnas Indonesia, Kevin Diks Cetak Gol dan Masuk Tim Terbaik Bundesliga
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru