- Kemendag siap sanksi tegas pelaku usaha yang langgar jalur distribusi Minyakita.
- Walau harga Minyakita turun di bawah Rp16.000/liter, distribusi belum merata.
- Bulog dan ID Food diminta genjot pasokan Minyakita di 22 pasar pantauan Jakarta.
Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengambil langkah tegas untuk mengamankan pasokan minyak goreng subsidi di masyarakat. Pemerintah mendorong penegakan sanksi keras bagi para pelaku usaha yang nekat melanggar ketentuan distribusi Minyakita. Langkah ini diambil demi memastikan pasokan Minyakita tepat sasaran dan merata, khususnya di pasar-pasar rakyat.
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, mengungkapkan bahwa pengawasan ketat kini berfokus pada jalur distribusi non-BUMN yang dinilai lebih sulit dikendalikan.
“Kami sepakat bahwa penindakan atau pengenaan sanksi yang tegas kepada pelaku usaha yang melanggar ketentuan ini juga perlu diterapkan,” ujar Nawandaru dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, Senin (18/5/2026).
Meskipun saat ini harga rata-rata Minyakita sudah menunjukkan tren positif—mulai melandai di bawah Rp16.000 per liter—masalah distribusi yang timpang masih membayangi sejumlah wilayah.
Padahal, Minyakita memiliki peran krusial sebagai instrumen pengendali harga (buffer) untuk menahan gejolak harga minyak goreng curah dan premium yang tidak diatur oleh Harga Eceran Tertinggi (HET). Jika distribusinya tersendat atau disalahgunakan oleh oknum nakal, efektivitas program pengendalian inflasi ini bisa melemah.
Sebagai langkah konkret, Kemendag memberikan perhatian khusus pada wilayah DKI Jakarta yang memiliki 22 pasar pantauan utama. Produsen swasta serta BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID Food telah diinstruksikan untuk segera menggenjot dan meratakan pasokan ke seluruh titik tersebut.
Nawandaru menegaskan, penyaluran Minyakita tidak boleh timpang atau hanya menguntungkan satu program saja.
“Jangan hanya mengedepankan satu program saja. Tidak, tapi ini dua-duanya harus berjalan,” pungkasnya, merujuk pada keseimbangan antara program bantuan pangan pemerintah dan pasokan reguler langsung ke pasar rakyat.
Baca Juga: Beras Murah Naik Tajam, Harga Minyakita dan Cabai Bikin Emak-Emak Menjerit
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
"Ini Bukan Keputusan yang Mudah" Akankah Tokopedia Bakal Senasib dengan Bukalapak?
-
IHSG Terbang ke Level 5.886 di Sesi I, BBCA dan ISAT Pendorongnya
-
Di Balik Mundurnya Dirut Pos Indonesia, Danantara Ungkap Dugaan Penyimpangan Keuangan
-
Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?
-
2 Kategori Penjual Shopee yang Bakal Kena Pajak 0,5% Mulai Agustus 2026
-
Pegadaian dan Universitas Andalas Bersinergi Kembangkan Riset Mitigasi Gempa dan Tsunami
-
Cardano Melonjak Hampir 6%, CFX10 Perpanjang Reli Pasar Kripto RI
-
Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung
-
Emiten MMIX Langsung Kebanjiran Pesanan Maklon, Prospek Industri Popok RI Makin Menjanjikan
-
Lebih dari 28 Ribu m3 Beton Disalurkan SIG untuk Proyek Sekolah Rakyat