SuaraPekanbaru.id - Ustadz Abdul Somad (UAS) sering mengingatkan kita untuk menjaga lidah dari dosa ghibah.
UAS mengatakan, ghibah itu berbahaya bagi yang melakukannya. Pasalnya, ghibah sama dengan memakan bangkai saudara sendiri.
Ghibah itu membicarakan keburukan (keaiban) orang lain. Namun, kata UAS, ada tiga situasi yang membolehkan kita ghibah.
Dilansir Suara Pekanbaru dari YouTube Tsaqofah TV, inilah situasi yang membolehkan kita ghibah.
1. Saat jadi Saksi di Pengadilan.
Dalam situasi ini kita, sebagai saksi di pengadilan, dituntut untuk mengutarakan keburukan seseorang yang sedang diadili.
Begini ilustrasinya, kata UAS:
"Saksi, apakah Anda melihat dia melakukan ini?" kata hakim bertanya.
“Ya, Pak Hakim, tapi saya takut ghibah," kata saksi.
Baca Juga: Bawa-bawa Mak Vera, Bunda Corla Bongkar Alasan Olga Syahputra dan Ruben Onsu Perang Dingin
Kalau saksi seperti itu membingungkan hakim mengambil keputusan. Jadi, dalam situasi ini, ghibah dibolehkan.
2. Saat Tanya Soal Hukum.
"Pak Ustadz Somad, bolehkah saya bertanya tentang hukum?" kata salah seorang jemaah.
"Boleh," kata UAS.
"Ini masalah kawan saya. Tapi, kalau tanya, saya takut ghibah," ujar jemaah.
"Bagaimana saya bisa jawab?" kata UAS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
Terkini
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya