SUARA PEKANBARU- Buya Yahya menjelaskan tentang menyikpai ketika sholat berjamaah lalu imam melakukan sujud tilawah namun bukan ayat Sajdah, apakah harus mengikutinya?
Terkait dengan hal itu Buya Yahya dalam sebuah cermahnya memberikan penjelasan.
Dalam sebuah pertanyaan dari jemaah kepada Buya Yahya mempertanyakan tentang surat Sad ayat 24 apalah ayat Sajdah atau bukan. Jika bukan bagaimana cara menyikapi ada imam yang melakukan sujud tilawah, apakah harus mengikutinya atau tidak.
Dari pertanyaan tersebut Buya Yahya secara tegas mengatakan kalau ayat tersebut bukanlah ayat Sajdah,
“Adapun surat tersebut itu bukanlah ayat Sajdah,” tegas Buya Yahya dikutip dari Youtube Al Bahjah TV, Kamis (6/4/2023).
Sehingga dengan ayar tersebut yang tidak termasuk ayat Sajdah maka, tidak diperkenankan untuk melakukan sujud tilawah.
“Maka kita tidak diperkenankan untuk melaksanakan sujud tilawah. Adapun dalam Mazhab Imam Malik jika diluar sholat, dia melakukan sujud itu sujud syukur. Sebab dalam mazhab Imam Malik sujud sukur lebih mudah caranya,“ beber Buya Yahya.
Sehingga selagi hal itu bukanlah tempatnya untuk melaksanakan sujud tilawah, jika imam melakukan itu ketika sholat, maka tidak boleh diikuti.
“Ketika itu bukan tempatnya sujud tilawah kalau Imam melakuakn kita tidak boleh ikut, kita harus misah. Karena apa, kita meyakini itu berbuat sesuatu yang membatalkan (sholat),” terang Buya Yahya.
Baca Juga: Insya Allah Segala Urusan Jadi Mudah dengan Mengamalkan Doa Ini, Kata Aa Gym
Namun ketika ada orang yang tidak paham dan melakukan sesuatu yang tidak mengerti, kata Buya Yahya berbeda cerita. Maka harus dimaafkan karena tidak mengerti, lalu kemudian dijelaskan agar paham.
Yang menjadi masalah adalah, ketika seseorang tersebut paham dan mengerti kalau itu bukan ayat Sajdah yang dibacakan, lalu melakukan sujud tilawah maka hukumnya batal dalam sholat.
“Dia melakukan gerakan-gerakan cuman dia tidak sengaja melakukan itu dengan kebodohannya, maka yang berlalu biarlah berlalu. Tapi jangan sampai imam yang sudah berpuluh-puluh kali langsung suruh mengqahdah sholatnya, jangan kasian dia,” terang Buya.
“Bagi Anda yang tahu, tidak boleh mengikuti, bahkan perlu mengingatkannya,” lanjutnya.
Selama imam melakukan kesalahan dan yang mengikutinya paham, maka harus diingatkan dengan mengucapkan ‘Subhanallah’. Akan tetapi kata Buya, bila sudah iingatkan namun imam sholat itu masih terus melanjutkan kesalahannya, maka imam tersebut tidak mengerti.
“Anda perlu mengingatkannya selagi ada kesalahan imam yang menurut Anda salah, maka bertaspbih Subhanalah seperti itu, agar dia ingat. Tapi kalau ternyata dia masih saja terus (kesalahan), Anda tidak boleh mengikutinya,” kata Buya mengakhiri. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Apakah Ada Cara untuk Mengembalikan Pahala Puasa yang Hangus? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut
-
Rahasia dan Kunci Sukses Ustadz Adi Hidayat Biar Dapat Malam Lailatul Qadar, Hal Penting Ini Jangan Sampai Lewat
-
Buya Yahya Peringatkan Lawan Jenis Rajin Share Video Ceramah dan Bangunin Tahajud Lewat Pesan Japri: Hati-Hati
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional