SUARA PEKANBARU - Pembahasan menarik dilakukan pengamat politik Rocky Gerung perihal maraknya kasus Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).
Banyak yang membenci terhadap pelaku LGBT. Sehingga mereka harus terkena hukuman dari negara hanya karena sudah melakukan dosa.
Rocky Gerung menentang saat hadir di Diesnatalis dan Simposium Sarekat Demokrasi Indonesia, di Kantor PEMDA Karawang, Sabtu (10/6/2023).
"LGBT itu dosa, Anda bayangkan keputusan hakim mengatakan Anda dihukum karena berdosa, masuk akal gak?," tanya Rocky Gerung ke audiens.
Kesalahpahaman terhadap pelaku LGBT harus diperbaiki. Rocky Gerung menganggap, kalau negara tidak ada kewenangan untuk menghukum mereka.
"Hukum tidak mempermasalahkan orang-orang berdosa atau tidak berdosa. Itu urusan langit, bukan urusan kita," katanya.
Ia beri contoh semisal dirinya menyukai oleh salah satu narasumber lainnya dan ke audiens. Disebabkan karena adanya hormonseksual mereka.
"Saya satu detik homoseksual. Salsa dalam setengah detik tertarik ke semua perempuan di sini pada dasarnya itu ketertarikan seksual juga. Gimana negara mengatasi?," paparnya.
Pengamat politik berusia 64 tahun itu sangat menyayangkan yang selalu mengatasnamakan dalil Agama supaya pelaku LGBT dihukum oleh negara.
Baca Juga: Link Nonton Culpa Mia Alias My Fault 2023 Sub Indo Full Movie, Bukan di LK21 atau Rebahin Ya!
"Agama meminta hukum yang berbuat kemaksiatan, artinya negara digunakan untuk memperhukum orang, seharusnya dia dihukum di surga bukan di dunia," bebernya.
Culture terhadap LGBT sudah ada sejak lama. Sedangkan Negara Indonesia baru terbentuk pada tahun 1945. Tentu saja kebiasaan itu negara tidak bisa menghukumnya.
"Negara melarang, negara kan baru terbentuk 1945. Culture itu udah 300 tahun yang lalu dimana logikanya. Hukum ada anti seksual antara laki dengan laki, itu salah," tegasnya.
Kesimpulannya, pelaku LGBT adalah orang yang berdosa dan mereka sudah berurusan terhadap Agama bukan negara yang mengeksekusinya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
5 Motor Listrik Tangguh Kuat Jarak Jauh, Siap Antar Ngantor hingga Luar Kota
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma
-
KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan
-
Selain Keluarga, Polisi Bakal Periksa Laki-Laki yang Bersama Cucu Mpok Nori Sebelum Tewas Dibunuh
-
Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
-
Mouse Wireless 1 Jutaan Terbaik 2026, Cocok untuk Gamer Serius
-
5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
-
Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA
-
Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?
-
Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal