SUARA PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pekanbaru, Abdul Jamal menyampaikan soal adanya grup WhatsApp LGBT dilakukan siswa SD cuman hoaks.
Meskipun kabar tersebut hoaks, sebagai Disdik di Kota Pekanbaru, pihaknya akan tetap memberikan edukasi untuk mencegah adanya LGBT di lingkungan SD.
Hal tersebut disampaikan Abdul Jamal melalui kanal resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, Selasa (20/6/2023) soal upaya pencegahan tindakan LGBT.
"Seperti Hari Jumat, kami sudah meminta agar pihak sekolah menggelar pengajian dengan temanya bahaya LGBT," jelas Abdul Jamal.
Pencegahan yang dilakukan tentunya sesuai dari arahan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Muflihun yang sebelumnya mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) SD di Pekanbaru.
"Sebelumnya ada anak SMA, sekarang SD juga sudah ada. Jika ini tudak diantisipasi dengan cepat bisa berkembang di Pekanbaru," ujar Muflihun, Senin (19/6/2023).
Peran dari pihak sekolah, khususnya orang tua untuk terus mendidik anak-anak mereka supaya tidak terjerumus perilaku seksual harus digencarkan dari sekarang.
"Untuk itu peran orang tua, kepala sekolah, guru sangat menentukan nasib anak muda ke depannya," tutur Pj Wali Kota Pekanbaru itu.
Berawal dari informasi pegawai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Riau, Hendri menyampaikan adanya grup untuk LGBT siswa SD.
Baca Juga: 5 Miskonsepsi tentang Produktivitas yang Wajib Kamu Ketahui
"Saya tanya, di mana pak Hendri menemukan kabar ini di Pekanbaru. Biar saya turun ke lapangan kalau memang murid SD," beber Kadisdik Pekanbaru itu.
"Pak Hendri bilang berita itu tidak benar, karena ada miskomunikasi dengan wartawan," sambungnya.
Sebagai Kadisdik Kota Pekanbaru, Abdul Jamal merasa heran karena anak SD tidak mungkin melakukan LGBT lantaran belum sampai ranahnya.
"Biasanya anak-anak SD sebagai korban pelecehan orang-orang dewasa, bukan kebutuhan mereka soal itu, makanya saya heran," kata Abdul Jamal.
Alhasil, berdasarkan dari penelusuran yang dilakukan Disdik Pekanbaru. Terkait adanya pembentukan grup WhatsApp siswa SD untuk LGBT tidak ada di Pekanbaru.
"Saya sudah mencari tau informasi kabar grup itu, tapi ternyata tidak benar. Saya juga sudah tanya ke sekolah-sekolah, tidak ada," pungkas Abdul Jamal.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik