SUARA PEKANBARU - Masih banyak yang belum tahu perihal kota terpadat yang dihitung dari jumlah penduduk di Provinsi Sumatera Barat.
Sumatera Barat punya wilayah geografis yang terhitung cukup luas. Meskipun salah satu provinsi yang cukup besar, namun hitungan penduduk di sana harus diketahui Anda.
Meskipun dari hasil perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional tahun 2022, jumlah penduduk Sumatera Barat masih kalah dari Provinsi Riau.
Diliat dari jumlah penduduk di Riau sekitar 6.735.329 berdasarkan data terbaru pada tahun 2023. Sedangkan Sumatera Barat hanya 5.640.629 jiwa saja.
Oleh karena itu, Suara Pekanbaru akan merilis dari kota mana saja yang terletak di Sumatera Barat memiliki penduduk yang paling padat.
Hitungannya berdasarkan dari hasil terendah sampai tertinggi yang ternyata dipegang oleh Bukittinggi pada tahun 2022 menjadi kota terpadat di Sumatera Barat.
5 kota jumlah penduduk terpadat di Sumatera Barat dari kilometer persegi:
1. Padang
Berdasarkan hasil hitungan dari BPS Nasional 2022, Kota Padang hanya memiliki 1.323,77 orang/kilometer persegi.
Baca Juga: 4 Keputusan FIFA, Selain Tunjuk Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023
2. Pariaman
Kota Pariaman menjadikan posisi keempat terbanyak yang memiliki penduduk terpadat yaitu 1493,34 keturunan Nabi Adam/kilometer persegi.
3. Payakumbuh
Payakumbu kota terpadat nomor urut ketiga di Sumatera Barat sebanyak 1922,48 manusia/kilometer persegi.
4. Padang Panjang
Ternyata Kota Panjang memiliki jumlah jiwa yang cukup besar dari ketiga kota di atas yaitu 2455,43 jiwa/kilometer persegi.
5. Bukittinggi
Diliat dari perbandingan jumlah penduduk keempat kota di atas. Bukittinggi memiliki jumlah 5059,82 jiwa/kilometer persegi.
Membuat Bukittinggi memegang sementar terkait jumlah penduduk kota terpadat yang ada di Sumatera Barat, karena perbedaan angkanya sangat jauh.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Gara-gara Crowded, Polisi Akui Salah Paham Amankan Personel TNI Saat Demo di DPR
-
Soroti Eksekusi Lahan Sawit di Batanghari, Mantan Ketua KY: Tak Ada Hak Pengadilan!
-
6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
-
Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang
-
Fashion sebagai Bahasa Diri, Menentukan Identitas Lewat Cara Berpakaian
-
Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru
-
PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun
-
5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan
-
Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot
-
30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital