SUARA PEKANBARU - Pemerinta Kota Pekanbaru menyampaikan, bahwa belum ada arahan dari pemerintah pusat terkait rencana penghapusan tenaga honor.
Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Muflihun mengatakan, bahwa rencana penghapusan tenaga honor tersebut masih belum final.
"Untuk arahan bagi tenaga honor (dihapus) belum ada, belum final (keputusannya) bagaimana rencananya ke depan," kata Muflihun.
Sebelumnya, Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru, Fabillah Sandy Syahar menyebut, masih belum ada arahan lebih lanjut terkait rencana tersebut.
Oleh karena itu, pihaknya hingga sekarang ini masih belum mendapat teknis untuk penghapusan tenaga honor di lingkungan pemerintah.
Dikatakan Fabillah, masih menunggu arahan dari pemerintah pusat untuk menghindari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan tenaga honor.
Pihaknya juga mencatat bahwa jumlah tenaga honor di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru mencapai 8.900 orang.
Di antara, para tenaga honor tersebut tersebar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Jumlah ini diketahui setelah pendataan untuk memastikan jumlah tenaga honor yang ada di 45 OPD lingkungan pemerintah kota.
Baca Juga: Trailer Utama Drama Korea Moving: Para Agen Rahasia Menyamar Jadi Monster
"Jumlah masih belum ada penambahan, kurang lebih masih sama dengan tahun 2022," katanya.
Ia juga menyebutkan, bahwa untuk gaji tenaga honor merupakan tanggung jawab OPD. Apalagi, perekrutannya dilakukan OPD yang membutuhkan. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel