SUARA PEKANBARU - Baru-baru ini, Zeda Salim membongkar urusan ranjangnya dengan suami, Al Habib Ali bin Abdul Aziz bin Jindan.
Pengakuan Zeda Salim, selama ini ia merasa diperlakukan seperti budak seks selama dua tahun menikah.
Sebab, sang suami menemuinya hanya saat butuh dipuaskan hasrat seksualnya. Zeda Salim mengaku kerap ditinggalkan oleh sang suami.
"Mohon maaf, saya ini seorang istri yang dihalalkan atas nama Allah. Saya bukan budak seks, yang cuman melayani dia di ranjang, dan saya ditinggal begitu saja," kata Zeda Salim, dikutip dari Pagi-Pagi Ambyar Trans TV.
Bila melakukan hubungan suami-istri, Zeda Salim selalu diminta suaminya untuk menyiapkan alat kontrasepsi, baik minum pil KB atau kondom.
"Pada saat akan memberikan nafkah batin dalam arti berhubungan suami istri, beliau tidak mau menyentuh saya, kalau tidak memakai atau menyiapkan alat kontrasepsi," kata Zeda Salim.
Setelah dua tahun berumah tangga, sang suami juga tidak mau memiliki keturunan dari Zeda Salim.
Kenyataan tersebut, rupanya turut menyakitkan bagi mantan presenter acara gosip ini.
"Ada satu hal lagi, yang paling menghantam mental saya itu ketika saya sebagai seorang istri yang harusnya punya hak untuk hamil, dan punya anak, tapi tidak diperbolehkan hamil, tidak boleh punya anak," katanya.
Baca Juga: Dolar AS Melemah Efek Inflasi, Harga Emas Rebound
Sebagai informasi, Zeda Salim menikah dengan Al Habib Ali bin Abdul Aziz bin Jindan pada 2021 lalu.
Mantan presenter program Silet itu mengenal suaminya lewat media sosial Facebook, karena sempat meminta bantuannya untuk bertemu sejumlah publik figur.
Dua kali pertemuan, Zeda Salim pun langsung mantan untuk menikah siri, dan dijadikan istri kedua, karena yakin suaminya yang seorang pendakwah ini bisa membimbingnya dengan baik.
Namun nyatakan sekarang ini, Zeda Salim justru belum diceraikan secara baik oleh suaminya usai meninggalkan ia selama satu tahun.
Bahkan, Zeda Salim menyebut sang suami tak mengakuinya sebagai istri selama dua tahun pernikahan ini. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026