/
Sabtu, 02 September 2023 | 08:42 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai bertemu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, beberapa waktu lalu. (dok gerindra)

SUARA PEKANBARU - Politisi kawakan yang kini memegang tongkat komando Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tidak baper setelah setahun lamanya "digantung" Prabowo Subianto.

Cak Imin yang dinilai lincah ini malah gesit bak belut mencari peluang untuk bisa mewujudkan ambicinya menjadi wakil presiden.

Langkah pertama Cak Imin memepet Prabowo Subianto sukses dengan membentuk koalisi. Akan tetapi tak pernah ada kepastian yang didapat Prabowo soal posisi cawapres.

Kemudian Cak Imin tak ingin kehilangan momen dengan melirik bacapres PDIP, Ganjar Pranowo. Lagi-lagi Cak Imin belum juga bisa tidur nyenyak lantaran tak ada kepastian.

Nah, dia benar-benar merasa mendapat peluang besar saat NasDem menawarinya menjadi tandem Anies Baswedan untuk maju bersama di Pilpres 2024.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyambut Pilpres 2024 dengan penuh ambisi.

Hal tersebut nampak dari manuver-manuver dan segudang strategi untuk mendekati para calon presiden atau capres dengan harapan dirinya dipilih menjadi calon wakil presiden atau cawapres.

Siasat tersebut disinyalir berbuah manies usai dirinya diisukan dipilih menjadi cawapres Anies Baswedan.

Rumor itu bergulir meski Cak Imin telah mesra dengan Ganjar Pranowo sekaligus Prabowo Subianto di beberapa kali kesempatan.

Baca Juga: Ya Allah Benar-Benar Tega! Bayi Dibungkus Plastik Membusuk di dalam Mesin Cuci

Siasat Cak Imin 'PDKT' ke Ganjar: Ngafe bareng

Cak Imin sempat dikabarkan menahkodai PKB untuk berlabuh di PDIP dan menggaet perhatian Ganjar Pranowo.

Kala itu, nampak bahwa Cak Imin tengah gencar mendekati Ganjar dengan harapan bisa berduet.

Cak Imin juga kerap bertemu empat mata dengan Ganjar membahas langkah politik mereka di Pilpres 2024, sebagai contoh mereka sempat bertemu di salah satu cafe di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

Pertemuan tersebut juga diwarnai dengan aksi simbolis yakni Ganjar menghadiahi Cak Imin seekor burung Love Bird dengan warna Merah, Kuning, Hijau.

Disinyalir bahwa warna burung tersebut menyimbolkan persatuan antara PKB dan PDIP.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto bahkan memberi restu terhadap pertemuan Ganjar-Cak Imin.

Hasto menilai ada kesamaan karakter antara kedua tokoh politik tersebut.

"Pertemuan tersebut sangat positif, menunjukkan bahwa dialog antar pemimpin merupakan hal yang sangat penting dan sesuai kultur bangsa," kata Hasto dalam keterangannya, Jumat (18/8/2023).

Dekati Prabowo dan bentuk koalisi

Cak Imin akhirnya berpindah hati ke Prabowo usai membawa PKB masuk ke koalisi sang Ketua Umum Gerindra itu.

PKB dan Gerindra kala itu kompak membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Sayangnya, Gerindra tak lama mengubah nama koalisi tersebut menjadi Koalisi Indonesia Maju usai Partai Golkar dan PAN ikut bergabung, Senin (28/8/2023).

Momen perubahan koalisi tersebut menjadi awal tanda-tanda PKB yang mulai melirik sosok lain. 

Panas isu duet dengan Anies

Tak terduga, Cak Imin kini diisukan telah dipilih sebagai cawapres Anies Baswedan.

Kini Cak Imin tinggal menunggu hari Anies memberi keterangan resmi, dan sontak terbayar tunai siasat sang Ketum PKB itu.

Isu ini bergulir kala Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengklaim Ketum NasDem Surya Paloh kongkalikong dengan Cak Imin agar Ketum PKB tersebut menjadi cawapres Anies.

“Secara sepihak Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS,” kata Riefky dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/8/2023).

Kontributor : Armand Ilham
Sumber: suara.com berjudul Siasat Cak Imin 'PDKT' ke Semua Capres: Pepet Prabowo, Lirik Ganjar, Terpikat Anies?

Load More