-
Serangan udara terbaru Amerika Serikat ke Bandar Abbas memicu lonjakan harga minyak dunia.
-
Harga minyak mentah jenis Brent meroket 3,75 persen menjadi USD 97,83 per barel.
-
Gencatan senjata AS-Iran terancam batal di tengah konflik yang menyumbat Selat Hormuz.
Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara terbaru ke wilayah Iran. Dampak agresivitas militer ini langsung memicu kekhawatiran hebat atas kelancaran pasokan bahan bakar dan harga minyak dunia di tingkat internasional.
Harga minyak mentah acuan global langsung bergerak meroket sesaat setelah kabar operasi militer tersebut menyebar luas. Kondisi ini memperparah ketidakpastian ekonomi di tengah upaya pemulihan inflasi global yang belum sepenuhnya stabil.
Minyak mentah Brent melesat hingga 3,75 persen ke level USD 97,83 per barel. Sementara itu, minyak mentah pasar AS ikut melonjak sebesar 4 persen hingga menyentuh USD 92,22 per barel.
Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi bahwa pasukannya membidik fasilitas militer strategis yang berada di kota pelabuhan Bandar Abbas. Selain menghancurkan target darat, militer AS juga melakukan pencegatan udara di wilayah perairan sekitar luar negeri tersebut.
"Menembak jatuh empat drone Iran yang menimbulkan ancaman di sekitar Selat Hormuz," sebut Komando Pusat AS (Centcom) dikutip dari CNBC, Kamis (28/5/2026).
Operasi militer ini melukai komitmen perdamaian yang sedang dirintis oleh kedua belah pihak dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan baru tersebut meletus di tengah proses negosiasi aktif untuk mengakhiri perselisihan yang telah berlangsung selama tiga bulan.
Padahal, Washington dan Tehran sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata sementara demi kelancaran diplomasi. Langkah sepihak AS ini kini mengancam keberlangsungan dialog yang bertujuan membuka kembali jalur pelayaran internasional secara aman.
Pemblokiran Selat Hormuz selama konflik ini telah berdampak masif pada meroketnya biaya energi di seluruh dunia. Penutupan akses pelayaran membuat jalur distribusi logistik global harus memutar jauh dan memakan biaya tinggi.
Kawasan perairan tersebut memegang peranan yang sangat vital bagi ketahanan pasokan energi di berbagai belahan bumi. Gangguan kecil di wilayah logistik ini dipastikan langsung mengacaukan harga pasar dalam hitungan jam.
Baca Juga: Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam
Sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) biasanya melintasi jalur sempit di Selat Hormuz. Keamanan wilayah ini menjadi penentu utama kestabilan harga komoditas energi global.
Ketegangan bersenjata ini berakar dari serangan udara gabungan yang diinisiasi oleh militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Operasi tersebut menyasar titik-titik krusial di dalam wilayah kedaulatan Iran.
Tehran langsung bereaksi keras atas serangan udara tersebut dengan mengeluarkan ancaman pembalasan yang sangat serius. Pemerintah Iran mengancam akan menyerang setiap kapal komersial maupun militer yang nekat melintasi rute pelayaran strategis tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya
-
Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan
-
Jokowi Siap 'Turun Gunung' Lagi Demi PSI, Ini Daftar Provinsi yang Akan Segera Dikunjungi
-
Waduh! AS Ancam Bom Oman, Berpotensi Ciptakan Perang Baru
-
Polisi Usut Pelecehan Santriwati di Pekalongan, Korban Lain Jangan Takut Melapor
-
AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz
-
Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya
-
Ribuan Pil Berbahaya Disita dari Tiga Lokasi di Tanah Abang, Tiga Pengedar Diringkus