ponorogo.suara.com – Mantan Juru bIcara KPK yang kini menjabat sebagai anggota Komisi 3 DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Johan Budi Sapto Pribowo yang akrab disapa Johan Budi Kembali membahas soal langkanya keteladanan dan kesederhanaan dari pemimpin maupun pejabat di negeri ini.
Dalam acara “ngaji kebangsaan” yang diadakan Jajaran Civitas Akademika Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Ponorogo, selasa 28 Februai 2023. Johan menekankan bahwa keteladanan dari pemimpin baik dari level atas, menengah, hingga bawah tidak bisa memberikan contoh keteladanan yang baik bagi masyarakat.
“yang kurang dari bangsa ini adalah keteladanan, keteladanan dari siapa, dari pemimpin, pemimpin dari mana, bisa dari lewel atas, lewel menengah level bawah bawah, seperti level keluarga. keteladanan saat ini benar benar menjadi barang yang langka untuk ditemukan” ujarnya.
Selain keteladanan, Johan juga mengkritik kesederhanaan yang turut langka di negeri ini. Ia menyentil prilaku pamer kemewahan yang dilakukan anak Ekselon 3 Direktorat Jendral Pajak yang terkenan kasus penganiayaan terhadap David, putra pengurus GP Anshor. padahal Jabatannya baru ekselon 3 namun memiliki kekayaan yang fantastis.
“bapak penganiaya anak anggota GP anshor ini adalah Pejabat ekselon 3, namun harta kekayaannya selisih beberapa milyar dengan menterinya. Saya bukan pembenci kekayaan, juga tidak menuduh dari mana harta kekayaannya berasal, yg sangat tekankan soal kelangkaan kesederhanaan”ujarnya
Johan menambahkan, Sebagai mantan Juru Bicara dan Deputi Pencegahan komisi pemberantas Korupsi (KPK) Johan mengingatkan akan bahaya praktek Korupsi. menurutnya dampak dari kejahatan ini mirip Genosida, bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
“ngerti ga geosida, itu korupsi sudah disejajarkan atau di bawah sedikit dengan kejahatan kemanusiaan genosida, kenapa karena yang dirusak bukan hanya ekonomi saja, tetapi juga bangunan sosial"
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam
-
Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang
-
Rumah Mewahnya Digeledah Kejagung, Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara
-
3 Rekomendasi Shade Wardah Skin Tint untuk Pemilik Kulit Kuning Langsat
-
Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?
-
5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton