ponorogo.suara.com – Panen raya yang dilaksanakan Petani Ponorogo Jawa Timur di awal tahun 2023 ini memang penuh kebahagiaan, selain hasil tanam yang cukup baik, harga gabah kering panen (GKP) yang diterima petani lebih tinggi dibanding tahun 2022 silam.
Dari pantauan ponorogo.suara.com harga jual Gabah Kering Panen (GKP) di petani saat ini mencapai Rp.5.500 – Rp. 6000/kg. tentunya harga ini lebih baik dibanding harga GKP tahun 2022 yang berada dianagka Rp. 4000/kg.
Bagus, salah satu petani di kecamatan Jenangan menuturkan, harga jual gabahnya saat ini dihargai Rp.6000/kg oleh pembeli. Harga ini cukup untuk menutup biaya operasional yang telah dikeluarkannya selama musim tanam.
"alhamdullilah, harga jual gabah saat ini bisa menutup biaya produksi," ungkapnya. Jumat (17/3/23)
Tingginya harga gabah kering panen di masyarakat membuat Kepala Dinas Pertanian/ Ketahanan Pangan Dan Perikanan ( dpkpp ) Ponorogo angkat bicara.
Masun menuturkan hasil komunikasi dengan Bulog Ponorogo, diketahui bahwa harga gabah kering giling dari petani dihargai Bulog sebesar Rp.6.200/kg
“hamper 40 persen gabah kita itu dihasilkan di panen raya ini dan nanti di bulan juli atau agustus ada diangka 20-25 persen, bulan desember nanti sekita 10 persen. Untuk harga saya sudah menemui bulog harga yang diterima 6200 /kg” tuturnya, Jumat (17/3/23)
Masun menambahkan kenaikan harga saat ini merupakan sebuah keadaan yang abnormal, dimana seharusnya saat masa musim panen raya harga gabah dipastikan turun, namun malah naik.
“inikan abnormal ya, saat panen kan pasokan tinggi logikanya kan harga turun ini malah naik, kemungkinan banyaknya permintaan dari luar negeri, dikarenakan adanya krisis pangan di berbagai negara” ungkanya.
Baca Juga: Depot Pertamini di Deli Serdang Terbakar, 2 Motor Ludes dan Seorang Remaja Tewas
diketahui saat ini Kabupaten Ponorogo telah melaksanakan panen raya perdana di tahun 2023. dimana sudah 40 persen lahan pertanian atau 21 ribu 800 an hektar lahan di bumi reog panen raya pada bulan ini dan diperkirakan produksi 135 ribu 370 ton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Review Dallergut: Toko Penjual Mimpi, Ketika Mimpi Menjadi Obat bagi Luka
-
Donald Trump Ancam Hukuman Ekonomi Berat Bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran
-
7 Fakta Menarik Transfer Rodri ke Barcelona: Dari Reuni Juara Dunia hingga Ganti Nama Jersey
-
131 Lokasi Serentak, BRI KKB National Expo Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan dan Raih Rekor MURI
-
Review Drama Korea: The Apartment Job, Kupas Skandal Korupsi dengan Humor
-
Macam-macam Gaya dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari, Lengkap dengan Penjelasan
-
BRI KKB National Expo Catat Rekor MURI, Hadirkan Penawaran Pembiayaan di 131 Lokasi
-
3 Serum Bulu Mata yang Bagus Sesuai Review, Dipuji Bikin Panjang dan Lentik
-
Siswa di Kampar Keracunan Massal usai Santap Menu MBG
-
BNPB Minta Warga Flores Jangan Panik Hadapi Gempa Susulan: Tetap Tenang