Ponorogo.suara.com – upaya untuk menjaga ketertiban dan keamanan menyambut bulan suci ramadan tahun 2023, razia penertiban kendaraan bermotor digalakkan Satlantas Polres Ponorogo
Dalam sebuah Razia yang di lakukan minggu (19/3/23) dini hari, petugas berhasil mengamankan puluhan remaja yang membawa kendaraan bermotor tidak sesuai spesifikasi
saat razia di sejumlah titik seperti di area Alun-alun Ponorogo, Jalan Trunojoyo, Jalan Urip Sumoharjo, dan Jalan Diponegoro. Dalam giat tersebut, sejumlah remaja tampak berusaha menghindar dan melarikan diri dari petugas.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Ponorogo, Ipda Bagus Sulistyono menjelaskan bahwa razia tersebut dilakukan untuk penertiban kendaraan yang tidak sesuai spek, dan juga antisipasi balap liar.
“Untuk sasaran razia kali ini adalah kendaraan bermotor yang tidak sesuai spesifikasi, pelanggaran kasat mata hingga kelengkapan surat,” ungkapnya
Dalam Razia ini, Sebanyak 41 kendaraan diamankan, dengan rincian 36 kendaraan dilakukan penilangan, sementara 5 kendaraan hanya diberikan teguran.
Dari pendataan petugas, mayoritas remaja yang terjaring berusia di bawah 17 tahun, sementara yang berusia di atas 17 tahun hanya sedikit.
“ada yang usia 18 tahun akan tetapi satu dua anak saja rata rata masih di bawah umur dan masih banyak yang sekolah di bangku SMP maupun di SLTA. Dari sekian puluh yang kita amankan mayoritas warga Ponorogo akan tetapi tadi juga ada yang berasal dari Wonogiri Trenggalek, Madiun bahkan Magetan,” ungkapnya
Para remaja yang terjaring diberikan teguran dan disuruh melengkapi surat, kemudian kembali ke rumah masing-masing. Ada beberapa remaja yang berasal dari luar Kabupaten Ponorogo, seperti Kabupaten Magetan, Madiun, Trenggalek, Pacitan, dan Wonogiri, Jawa Tengah.
Satlantas Polres Ponorogo menjelaskan bahwa mereka selalu melakukan razia setiap malam Minggu sebagai upaya untuk mengamankan generasi muda.
Baca Juga: Ziarah Di Ponorogo Bingung Mau Menginap Dimana, Berikut Daftar Hotel Murah Di Kota Reog
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026