Suara Ponorogo - Dalam persiapan menghadapi Idul Adha, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo telah mengambil langkah-langkah strategis.
Kepala Dispertahankan Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa mereka telah melakukan koordinasi intensif untuk mengatasi penggunaan rumah pemotongan hewan (RPH) oleh warga sekitar.
"Kami bergerak cepat dalam memanfaatkan momen Idul Adha ini. Kami sedang mencoba untuk menyiapkan langkah jika RPH digunakan oleh warga sekitar," ungkap Masun.
Selain itu, dalam rangka mengoptimalkan RPH milik Pemkab yang tidak beroperasi sejak tahun lalu, Dinas Pertanian, ketahanan pangan dan Perikanan Ponorogo akan melakukan sosialisasi kepada para penjagal agar tetap menggunakan RPH yang memiliki izin resmi, meskipun Idul Adha sudah berlalu.
"Kami telah melakukan sosialisasi kepada para penjagal agar mereka memilih RPH resmi sebagai tempat pemotongan hewan," jelas Masun.
Dispertahankan Ponorogo juga akan menjalin kerjasama dengan Kepolisian, khususnya Reserse Kriminal (Reskrim) untuk memperkuat upaya penertiban RPH Ilegal secara bertahap.
"Kami bekerja sama dengan Reskrim dan Unit Ekonomi dalam menghadapi masalah ini. Kami berkomitmen untuk mengikuti arahan dari Direktorat Reserse Kriminal Polda Jatim," kata Masun.
Masun menekankan bahwa dalam rapat koordinasi dengan Polda, disarankan untuk tidak langsung melakukan penindakan berupa hukuman.
"Dari arahan Polda Jatim, harapannya adalah memberikan himbauan kepada pihak terkait. Namun, suatu saat, penindakan akan dilakukan," terangnya.
Baca Juga: Resep Bumbu Kecap Sate Kambing untuk Hidangan Idul Adha
Prioritas Dispertahankan Ponorogo adalah memastikan produksi daging yang aman, sehat, utuh, dan halal. Hal ini juga menjadi komitmen dari pihak kepolisian.
Selanjutnya, Dispertahankan Ponorogo akan bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan bahwa RPH yang digunakan telah mendapatkan sertifikasi halal.
"Kami akan bekerja sama dengan Kemenag dalam proses ini, karena penting untuk memastikan bahwa pemotongan hewan dilakukan sesuai dengan tuntutan agama Islam," tambah Masun.
Dalam upaya memperkuat keahlian dan kepercayaan dalam pemotongan hewan secara halal, beberapa penjagal akan menjalani pelatihan untuk menjadi juru sembelih halal di Kemenag
"Kami akan mengirim beberapa penjagal untuk menjalani pelatihan khusus agar mereka dapat menjadi juru sembelih halal di RPH kami," ungkap Masun.
Melalui kerjasama antara Dispertahankan Ponorogo, Kepolisian, dan Kemenag, diharapkan kualitas dan keamanan produksi daging serta kepatuhan terhadap prinsip halal dapat terjamin dalam pemotongan hewan di RPH Ponorogo.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Matthaus Sebut Der Klassiker Dortmund vs Bayern sebagai Duel Magis
-
Senne Lammens Bahagia Dapat Pujian dari Edwin van Der Sar
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS
-
Ibu Tiri Bohong di 2024, Rieke Diah Pitaloka Desak Polisi Usut Kasus Kematian Nizam
-
Cuaca Ekstrem Terjang Serang, Atap Dapur Makan Bergizi Gratis di Mancak Ambruk
-
Main Borgol Berujung Apes, Tangan Remaja di Bondowoso Terkunci hingga Dievakuasi Damkar!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Rumah Anggota DPRD Wawan Hikal di Puncak Nyaris Dibobol Maling Jelang Sahur
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora